Pedis Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Kutu air atau tinea pedis adalah infeksi jamur yang menimbulkan gejala berupa ruam bersisik dan terdapat pada sela-sela jari kaki. Kutu air berisiko tinggi terjadi pada orang-orang yang memiliki kebersihan kaki yang buruk, jarang berganti kaos kaki, dan sering menggunakan fasilitas umum seperti toilet umum. Jika perawatan tidak dilakukan dengan benar, kondisi ini dapat memburuk dan menyebar ke bagian lain dari tubuh dan bahkan memicu peradangan pada kelenjar getah bening.

Tinea pedis sering disebut sebagai Athlete’s foot karena tingginya angka kejadian pada kaki para atlit. Ini terkait dengan penggunaan sepatu yang tertutup oleh kaki berkeringat, menciptakan lingkungan yang lembab dan meningkatkan pertumbuhan jamur.

Pedis-Adalah
Pedis Adalah

Tinea pedis adalah infeksi jamur yang dapat dengan mudah ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau kontak tidak langsung dengan permukaan yang telah terkontaminasi oleh jamur yang menyebabkannya. Diperkirakan 70% populasi akan mengalami tinea pedis di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Prevalensi tertinggi dari tinea pedis adalah antara 31 dan 60 tahun dengan tingkat kejadian yang lebih tinggi pada pria daripada pada wanita.

Tinea pedis dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu tinea pedis interdigitalis, tinea pedis tipe moccasin, dan tinea pedis tipe vesikuler. Gejala tinea pedis yang paling umum adalah gatal, panas, dan ruam disertai sisik. Gejalanya bervariasi tergantung pada jenis tinea pedis.

Pengobatan Tinea Pedis

Tinea pedis yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi dengan penyakit lain seperti kuku dan kondisi kulit lainnya. Perawatan berikut dapat digunakan untuk mengobati tinea pedis:

1. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan dapat menjadi cara untuk mengobati kondisi tinea pedis atau kutu air. Anda dapat menggunakan krim antijamur secara teratur yang mengandung clotrimazole dan miconazole untuk menghilangkan kutu air dengan segera.

2. Menjaga Kebersihan Kaki

Untuk mengurangi risiko penyakit yang semakin serius, kebersihan kaki harus dijamin. Cucilah kaki Anda secara teratur dengan sabun antiseptik. Juga gunakan sepatu berpori atau tidak tertutup dan jaga agar kaki Anda tetap kering. Hindari kaki basah karena memperburuk kondisi infeksi jamur. Berganti kaos kaki setiap hari menjadi cara untuk meringankan kondisi infeksi.

3. Menggunakan Bahan Alami

Gunakan tidak hanya antijamur, tetapi juga bahan alami untuk mengatasi masalah kutu air pada kulit kaki Anda. Berikut bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk perawatan:

  • Larutan Cuka

Cuka dipercaya dapat mengurangi jamur pada kaki karena mengandung asam asetat. Gunakan cuka dicampur dengan air hangat untuk merendam kaki Anda dengan infeksi jamur.

  • Singkong

Singkong bisa menjadi obat alami untuk kutu air. Kandungan sianida dalam singkong dapat menghilangkan bakteri dan jamur yang menyebabkan tinea pedis. Caranya menggunakan daging singkong yang dihancurkan di kaki seperti topeng. Setelah kering, bersihkan kaki Anda dengan air hangat. Jangan lupa mengeringkan kaki Anda.

  • Teh

Teh memiliki manfaat dalam mengobati kutu air. Teh memiliki sifat antiseptik dan antioksidan alami yang efektif membunuh jamur kutu air. Gunakan air teh untuk merendam kaki yang terinfeksi jamur.

Gejala Tinea Pedis

Untuk mengenali gejala tinea pedis, Anda juga perlu mengetahui beberapa klasifikasi kondisi ini. Klasifikasi tinea pedis yang berbeda dapat memiliki gejala yang berbeda juga, seperti:

1. Interdigital Tinea Pedis

Biasanya menginfeksi area lunak di antara jari-jari. Infeksi ini dapat menyebabkan gejala seperti gatal, kemerahan, atau radang kulit di antara jari-jari yang selalu tampak lembab.

2. Chronic Hyperkeratotic Tinea Pedis

Yaitu suatu kondisi kaki kemerahan dengan kerak kronis pada orang dengan tinea pedis. Orang dengan infeksi ragi ini mungkin merasa gatal atau tanpa gejala. Kerak terdiri dari tumpukan sel-sel epitel dan tampak putih.

3. Acute Ulcerative Tinea Pedis

Adalah kondisi munculnya bintik-bintik berisi nanah dan melepuh berisi cairan yang berkembang dengan cepat disertai dengan luka dan erosi kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada ruang di antara jari-jari. Infeksi jaringan lunak dan pembuluh limfatik di sekitar lesi juga dapat terjadi.

4. Vesiculobullous Athlete’s Foot

Gejala yang bisa disebabkan oleh penyakit ini adalah lepuh pada kulit atau adanya kantong kosong (lepuh) di lapisan kulit merah di telapak kaki.

Jamur yang menyebabkan tinea pedis umumnya hidup di lapisan kulit mati dan menghancurkan protein berserat yang disebut keratin, sehingga mereka dapat menyebabkan gejala di atas. Mintalah dokter Anda untuk mengetahui jenis infeksi apa itu dan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala Lainnya

Kelenjar tiroid pada kaki menyebabkan gejala yang mengganggu aktivitas dan ketidaknyamanan orang sakit. Gejala-gejala berikut dapat terjadi:

  1. Rasa Gatal
  2. Ruam kemerahan
  3. Kulit menjadi bersisik
  4. Nyeri
  5. Jamur yang tumbuh di permukaan kulit mengiritasi jaringan di sekitarnya dan bereaksi terhadap kaki yang gatal
  6. Dengan infeksi tinea pedis, bintik-bintik kemerahan dapat terlihat di antara jari-jari
  7. Ruam merah di antara jari-jari Anda akan membentuk kulit bersisik dan mudah terkelupas. Warna kulit juga pucat
  8. Infeksi yang berkembang menyebabkan rasa sakit seperti terbakar di telapak kaki.

Faktor Risiko Tinea Pedis

Tinea pedis dapat meningkatkan risiko pada orang yang sering berjalan tanpa alas kaki dan risiko tertular tinea pedis. Tempat-tempat seperti kolam renang, area mandi yang terinfeksi, kebiasaan menggaruk kaki yang terinfeksi jamur atau penggunaan handuk yang ceroboh dapat meningkatkan risiko infeksi tinea pedis.

Kebiasaan semacam itu juga dapat membantu menyebarkan jamur ke area tubuh yang lain, khususnya ke area tubuh yang selalu panas atau lembab, misalnya jari kaki yang selalu terbungkus kaos kaki dan sepatu.

Beberapa faktor risiko lain adalah orang yang telah terinfeksi tinea pedis, membuatnya lebih sensitif terhadap infeksi. Orang dengan diabetes, orang dengan sistem kekebalan rendah dan pemilik hiperhidrosis juga berisiko untuk penyakit ini dengan risiko pemulihan yang lebih lama.

Jenis Tinea Pedis

Tinea pedis dibagi menjadi 3 jenis diantaranya:

  1. Tinea pedis interdigitalis, yang menempel di antara jari-jari dalam bentuk sisik tipis yang sedikit mengembang.
  2. Tinea pedis moccasin muncul pada semua kaki dalam bentuk sisik putih kasar dengan kulit bersisik.
  3. Tinea pedis inflamasi, yang telah menyebabkan peradangan, disertai dengan gelembung cairan yang menonjol yang mudah pecah (lepuh).

Penanganan Tinea Pedis

Obat oles atau topikal merupakan obat utama yang diberikan pada kasus infeksi jamur seperti tinea pedis ini. Obat sistemik atau tertelan juga dapat diberikan jika luka sangat berat atau tidak sembuh sepenuhnya dengan obat topikal. Obat yang direkomendasikan adalah obat jamur berdasarkan akar penyebab infeksi tinea pedis. Obat-obatan jamur seperti miconazole, co-trimazole dan tolnaftate sering digunakan untuk membasmi jamur yang muncul di permukaan kulit. Obat Tolnaftate sangat baik untuk anak-anak.

Krim urea juga digunakan pada kulit kering yang menyebabkan ketombe kasar pada permukaan kulit. Krim ini bertujuan melembabkan untuk mempertahankan pemeliharaan sel-sel kulit. Cara yang tepat untuk mencegah tinea pedis terjadi adalah menjaga kebersihan kaki, menggunakan sepatu dan kaus kaki dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran jamur ke orang lain.

Diagnosis Tinea Pedis

Munculnya tinea pedis pada kaki ditunjukkan oleh keluhan khas berupa bintik-bintik di antara jari-jari kaki yang tergantung pada jenisnya dapat meluas ke telapak kaki. Selain itu, dokter dapat melakukan tes lain untuk memastikan kembali apakah kondisinya semata-mata karena infeksi jamur yang terkait dengan tinea pedis. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan antara lain:

  1. Pemeriksaan lampu wood digunakan untuk menentukan keberadaan jamur yang menyebabkan infeksi kulit, terutama pada tinea pedis.
  2. Pemeriksaan kultur jamur digunakan dengan mengambil sampel kulit yang terinfeksi dan kemudian mengujinya di laboratorium untuk menentukan apakah jamur menyebabkan infeksi ini.
  3. Pemeriksaan KOH dilakukan dengan menggunakan metode pengikisan kulit sebagai sampel.

Sekian artikel tentang pedis ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>