Pendidikan Adalah : Hakikat, Manfaat, Fungsi, Tujuan, dan Sejarahnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Pendidikan adalah pembelajaran kebiasaan, pengetahuan, dan keterampilan pada sekelompok atau individu orang yang diturunkan pada generasi ke generasi berikutnya melalui penelitian, pengajaran, dan pelatihan.

Pengertian Pendidikan secara umum adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, pengendalian diri, maupun keterampilan yang diperlukan dirinya ataupun masyarakat.

Pendidikan dapat juga diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan yang lebih baik. Pendidikan dapat mengembangkan karakter melalui berbagai macam kegiatan, seperti penanaman nilai, pengembangan budi pekerti, nilai agama, pembelajaran dan pelatihan nilai-nilal moral, dan lain sebagainya.

Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir juga, pada pengalaman yang memiliki efek formatif dengan cara berfikir orang, merasa, maupun tindakan orang pada pendidikan.

Pendidikan-Adalah
Gambar Bapak Pendidikan Indonesia

HAKIKAT PENDIDIKAN

Beberapa asumsi dasar yang berkaitan dengan hakikat pendidikan sebagai berikut :

  1. Pendidikan dapat disebut sebagai proses interaksi manusia yang mempunyai keseimbangan antara kewibawaan pendidik dengan kedaulatan subjek didik.
  2. Pendidikan ialah sebuah usaha kesiapan subjek hidup untuk lingkungan hidup yang mengalami perubahan sebuah perubahan secara pesat.
  3. Pendidikan meningkatkan kualitas diri ataupun masyarakat lain.
  4. Pendidikan akan ada selama hidupnya.
  5. Pendidikan merupakan kiat yang diterapkan dalam teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.

MANFAAT PENDIDIKAN

  1. Memberikan Informasi dan Pemahaman
  2. Menciptakan Generasi Penerus Bangsa
  3. Memperdalam Suatu Ilmu Pengetahuan
  4. Gelar Pendidikan untuk Karier
  5. Membentuk Pola Pikir yang Ilmiah
  6. Mencegah Terbentuknya Generasi yang “Bodoh”
  7. Menambah Pengalaman Peserta Didik
  8. Mencapai Aktualisasi Diri
  9. Mencegah Terjadinya Tindak Kejahatan
  10. Mengajarkan Fungsi Sosial Dalam Masyarakat
  11. Meningkatkan Produktivitas
  12. Mengoptimalkan Talenta Seseorang
  13. Membentuk Karakter Bangsa
  14. Memperbaiki Cara Berpikir Individu
  15. Meningkatkan Taraf Hidup Manusia.
  16. Membentuk Kepribadian Seseorang
  17. Mencerdaskan Anak-anak Bangsa
  18. Menjamin Terjadinya Integrasi Sosial
  19. Meningkatkan Kreativitas
  20. Menciptakan Anak-anak Bangsa yang Cerdas

FUNGSI PENDIDIKAN

Berikut ini adalah beberapa fungsi pendidikan.

• Sosialisasi
Ketika anak-anak diharapkan untuk dapat hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat nantinya, maka nilai dan norma yang berlaku di masyarakat harus diturunkan pada anak-anak. Anak didik diminta untuk mempelajari norma ataupun nilai yang selalu ada di masyarakat.

Proses mempelajari nilai dan norma yang berlaku ini disebut sebagai sosialisasi. Insitusi sosial seperti keluarga dan sekolah memiliki fungsi untuk menjalankan fungsi ini. Contohnya, Kita menginginkan anak kita untuk tidak memukul anak lain.

Maka di sekolah, guru mengajarkan pada muridnya bahwa memukul teman nya adalah tindak kriminal dan dapat dihukum kurungan penjara. Bila anak didik memahami apa yang disampaikan oleh gurunya, makan anak tersebut enggan untuk memukul orang tua bahkan ketika dimarahin.

• Integrasi sosial
Agar masyarakat dapat bekerja sebagaimana mestinya, tanpa muncul konflik yang merugikan kehidupan sosial, maka individu harus mengikuti nilai-nilai yang telah diyakini bersama. Proses mengikuti atau ikut meyakini nilai-nilai yang telah diikuti oleh individu atau kelompok lain dalam masyarakat disebut sebagai proses integrasi sosial.

Sebagai contoh, dalam masyarakat berlaku nilai bahwa mencuri itu perbuatan kriminal sehingga pelakunya harus dihukum. Seorang anak diajarkan untuk tidak mencuri, meskipun ia sebelumnya tumbuh di kampung pencuri yang meyakini bahwa mencuri adalah pekerjaan sehari-hari. Keputusan untuk tidak lagi mencuri menjadi prasyarat tercapainya integrasi sosial. Peran pendidikan adalah mendorong keputusan anak tersebut untuk tidak lagi mencuri.

• Penempatan sosial
Anak didik yang menjalani proses pendidikan diidentifikasi oleh pendidik mengenai kepribadian, karakter, keterampilan dan keahliannya. Proses identifikasi ini menentukan penempatan di posisi sosial mana anak didik kelak berlabuh.

Sebagai contoh, individu yang dididik ilmu kedokteran, maka penempatan yang sesuai adalah di Institusi kesehatan atau dimanapun individu tersebut bisa berkontribusi pada kesehatan masyarakat. Kesesuaian penempatan sosial dengan pendidikannya mendorong adanya pendidikan sebagai penempatan sosial kelompok atau individu.

• Inovasi sosial
Fungsi pendidikan sebagai inovasi sosial terikat dengan segala macam penemuan baru di dalam berbagai bidang yang dapat mempengaruhi di kehidupan sosial. Kita tidak bisa berharap adanya penemuan-penemuan baru yang mengubah dunia baik dalam skala kecil atau pun besar apabila individu yang terlibat dalam penemuan tidak mengalami proses pendidikan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, seorang intelektual harus membaca banyak buku sebelum menciptakan konsep ideologis yang dianut suatu negara. Pencetus pancasila, misalnya, tidak mungkin merumuskan pancasila tanpa tempaan intelektual yang mendahuluinya.

TUJUAN PENDIDIKAN

Menurut sejarah bangsa Yunani, tujuan pendidikan adalah ketentraman. Dengan kata lain, tujuan pendidikan menurut bangsa Yunani adalah untuk menciptakan kedamaian dalam kehidupan. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggatan kegiatan pendidikan.

Beberapa tokoh menjelaskan tentang pendidikan, diantaranya:

1. Ki Hadjar Dewantoro
Tujuan pendidikan ialah sebuah didikan untuk mendidik seseorang agar menjadi manusia yang sempurna pada hidupnya.

2. Friedrich Frobel
Tujuan pendidikan adalah membuat anak untuk berfikir kreatif dan inovatif.

3. John Dewey
Tujuan pendidikan adalah membentuk anak menjadi anggota masyarakat yang baik, yaitu anggota masyarakat yang mempunyai kecakapan praktis dan dapat memecahkan problem sosial sehari-hari dengan baik.

4. Menurut UUD
Negara Indonesia memiliki tujuan pendidikan yang diatur dalam UUD 1945 dan Undang-Undang No.20 Tahun 2003. Menurut UUD 1945, tujuan pendidikan nasional diatur dalam pasal 31 ayat 3 dan pasal 31 ayat 5.

  • Menurut UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 menyatan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, untuk meningkatkan ketakwaan,dan keimanan manusia serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa,bernegara yang diatur menurut undang-undang”.
  • Sementara UUD 1945 Pasal 31 ayat 5 menyebutkan “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.
  • Dan pada Undang-Undang No.20 Tahun 2003, tujuan pendidikan nasional ialah membentuk watak seseorang serta peradaban bangsa yang bermartabat dan meningkatkan kemampuan ataupun dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional untuk meningkatkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, ,cakap, kreatif, mandiri, berilmu, bertanggung jawab, dan menjadi warga negara yang demokratis

SEJARAH PENDIDIKAN

  1. Sejarah pendidikan ialah sebuah sejarah-sejarah pada mengkajian pendidikan yang meliputi gagasan-gagasan, sistem pendidikan, persekolahan, ataupun masyarakat tentang pendidikan, keagamaan dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dalam wujud historiografinya, sejarah pendidikan sulit di bedakan dengan sejarah intelektual jika yang di kaji mengenai gagasan pendidikan (Supriatna, 2006).
  2. Silver (dalam Sjamsuddin, 1992) mengatakan Dinegara-negara barat (Amerika dan Eropa) perhatian sejarah pendidikan telah begitu nampak sejak abad ke-19, dan pentingnya sejarah pendidikan tersebut digunakan berbagai macam tujuan, terutama sekali untuk membangkitkan kesadaran bangsa dan kesatuan kebudayaan, pebgembangan profesi guru, atau kebanggan terhadap lembaga-lembaga dan tipe pendidikan tertentu (FIP UPI, 2007).
  3. Sjamsuddin (dalam FIP UPI, 2007) menjelaskan bahwa esendi pendidikan itu sendiri sebenarnya sangat luas mengingat ia berperan sebagai transmisi kebudayaan (ilmu pengetahuan, teknologi, ide-ide, nilainilai spiritual dan estetika) dari generasi ke generasi. Oleh karena itu usia sejarah lebih menekankan pendekatan diakronik.
  4. Pendekatan diakronik yang lazim di gunakan dalam sejarah dapat di ibaratkan penampang batang kayu yang vertical, yang menunjukkan perkembangan dari titik awal bergeral dari fase ke fase berikutnya, dengan perkataan lain mengungkap genesis suatu fenomenon. Sedangkan dalam pendekatan singkronik yang lazim digunakan dalam ilmu-ilmu sosial lainnya, dapat di ibaratkan penampang lintang atau horizontal. Artinya dalam pendekatan ini memandang fenomena sebagai suatu unit atau sistem. Fungsi dan strukturnya di terangkan bagaimana bekerjanya bagian-bagian unit itu salaing berkaitan dan fungsinya secara bersama-sama mendkung fufsi unit itu (Kartodirdjo dalam FIP UPI, 2007).

Baca Juga >>>

Primitif Adalah : Primitif Teknologi dan Ciri Masyarakat Primitif

Pemerintah Adalah : Sistem, Fungsi, Bentuk dan Tugasnya

Related posts: