Pendidikan Adalah

Posted on

Adalah.Co.IdPerkembangan zaman di dunia pendidikan yang berubah secara signifikan sehingga banyak mengubah pola pikir pendidik dari mentalitas umum dan kaku menjadi mentalitas yang lebih modern.

Hal ini memiliki dampak besar pada kemajuan pendidikan di Indonesia. Sebagai tanggapan tersebut, para pakar pendidikan mengkritik teori pendidikan saat ini untuk mencapai tujuan pendidikan yang nyata.

Pendidikan Adalah ?

Pendidikan-Adalah

Pendidikan adalah kebiasaan, pengetahuan, dan keterampilan belajar dalam kelompok atau individu yang diteruskan ke generasi berikutnya melalui penelitian, pengajaran, dan pelatihan.

Memahami pendidikan secara umum adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran di mana siswa dapat secara aktif mengembangkan potensi mereka untuk kekuatan spiritual, kepribadian, kecerdasan, karakter mulia, pengendalian diri dan keterampilan yang diperlukan diri sendiri atau ke komunitas.

Pendidikan juga dapat diartikan sebagai upaya sadar dan sistematis untuk mencapai standar hidup atau meningkatkan kemajuan. Pendidikan dapat mengembangkan karakter melalui berbagai kegiatan, seperti menanamkan nilai-nilai, mengembangkan karakter, nilai-nilai agama, belajar dan membangun nilai-nilai moral, dan sebagainya.

Dalam istilah sederhana, memahami pendidikan adalah proses pembelajaran bagi siswa untuk dapat memahami, memahami dan membuat orang lebih kritis, dalam pengalaman yang membentuk cara orang berpikir, merasakan dan bertindak pada orang Pendidikan orang.

Hakikat Pendidikan

Berikut adalah hakikat dari pendidikan:

  1. Pendidikan adalah instrumen yang diterapkan secara teknologi untuk pendidikan seluruh manusia dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.
  2. Pendidikan adalah upaya untuk membuat materi hidup siap untuk lingkungan yang berubah dengan cepat.
  3. Pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses interaksi manusia yang menyeimbangkan antara otoritas pendidik dan kedaulatan subjek siswa.
  4. Pendidikan akan ada seumur hidup.
  5. Pendidikan meningkatkan kualitas diri Anda atau komunitas lain.

Manfaat dari Pendidikan

  1. Memperdalam Ilmu pengetahuan
  2. Membentuk kepribadian seseorang
  3. Memberikan informasi
  4. Kualifikasi profesional
  5. Mencegah pembentukan generasi “bodoh”
  6. Menambah pengalaman siswa
  7. Mediasi fungsi sosial dalam masyarakat
  8. Tingkatkan kreativitas
  9. Cegah kejahatan
  10. Tingkatkan produktivitas
  11. Optimalkan bakat seseorang
  12. Model karakter bangsa
  13. Menciptakan generasi penerus bangsa
  14. Bentuk mentalitas ilmiah
  15. Tingkatkan pemikiran individu
  16. Meningkatkan standar hidup manusia
  17. Menciptakan anak-anak cerdas bangsa
  18. Mengangkat derajad anak-anak bangsa
  19. Memastikan integrasi sosial
  20. Mencapai Aktualisasi Diri.

Fungsi dari Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari pendidikan:

• Sosialisasi

Jika anak-anak diharapkan untuk hidup mandiri di masyarakat, nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat harus diteruskan kepada anak-anak. Siswa diminta mempelajari norma atau nilai yang selalu ada di masyarakat.

Proses belajar nilai-nilai dan norma yang berlaku disebut sosialisasi. Institusi sosial seperti keluarga dan sekolah memiliki fungsi memenuhi fungsi ini. Sebagai contoh, kami ingin anak-anak kami tidak memukul anak-anak lain.

Di sekolah, guru mengajar siswa bahwa memukul teman mereka adalah kejahatan dan dapat dijatuhi hukuman penjara. Jika siswa memahami apa yang ditransmisikan dari guru, anak akan ragu untuk memukul orang tua bahkan jika mereka dimarahi.

• Integrasi sosial

Agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya, tanpa konflik yang tampaknya berbahaya bagi kehidupan sosial, individu harus mengikuti nilai-nilai bersama. Proses mengikuti atau mempercayai nilai-nilai yang diikuti oleh individu atau kelompok lain dalam masyarakat disebut proses integrasi sosial.

Misalnya, fakta bahwa pencurian adalah tindak pidana berlaku untuk masyarakat, sehingga pelanggar harus dihukum. Seorang anak diajarkan untuk tidak mencuri, meskipun sebelumnya tumbuh di desa pencuri yang percaya bahwa mencuri adalah tugas sehari-hari. Keputusan untuk berhenti mencuri adalah prasyarat untuk mencapai integrasi sosial. Peran pendidikan adalah untuk mendukung keputusan anak untuk berhenti mencuri.

• Penempatan sosial

Siswa yang menjalani proses pendidikan diidentifikasi oleh para pendidik berdasarkan kepribadian, karakter, keterampilan dan pengalaman mereka. Proses identifikasi ini menentukan posisi dalam posisi sosial di mana siswa kemudian berlabuh.

Misalnya orang dengan pendidikan kedokteran, tempat yang cocok adalah di fasilitas kesehatan atau di mana individu dapat berkontribusi untuk kesehatan masyarakat. Kesesuaian mediasi sosial dengan pendidikan mempromosikan pendidikan sebagai mediasi sosial kelompok atau individu.

• Inovasi sosial

Peran pendidikan sebagai inovasi sosial terkait dengan semua jenis penemuan baru di berbagai bidang yang dapat memengaruhi kehidupan sosial. Kita tidak dapat mengharapkan penemuan baru yang akan mengubah dunia, baik kecil maupun besar, jika orang-orang yang terlibat dalam penemuan itu tidak mengalami proses pendidikan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, seorang intelektual harus membaca banyak buku sebelum membuat konsep ideologis yang telah diadopsi oleh suatu negara. Sebagai contoh, pencipta Pancasila Pancasila tidak dapat merumuskan tanpa kecerdasan intelektual sebelumnya.

Tujuan dari Pendidikan

Menurut sejarah orang Yunani, tujuan pendidikan adalah ketertiban. Dengan kata lain, tujuan pendidikan, menurut orang-orang Yunani, adalah untuk berdamai dalam hidup. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai siswa setelah melakukan kegiatan pendidikan.

Beberapa tokoh memaparkan tentang pendidikan, yaitu:

1. Ki Hadjar Dewantoro. Tujuan pendidikan adalah pendidikan untuk mendidik seseorang untuk menjadi orang yang sempurna dalam kehidupannya.

2. Friedrich Frobel. Tujuan pendidikan adalah untuk membuat anak-anak berpikir kreatif dan inovatif.

3. John Dewey. Tujuan pendidikan adalah menjadikan anak-anak anggota masyarakat yang baik, yaitu anggota masyarakat yang memiliki keterampilan praktis dan pandai memecahkan masalah sosial sehari-hari.

4. Menurut konstitusi. Negara Indonesia memiliki tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan UU No. 20 tahun 2003. Menurut UUD 1945, tujuan pendidikan nasional diatur dalam Pasal 31 (3) dan 31 (5).

  • Menurut UUD 1945, Pasal 31 (3) menyatakan: “Pemerintah berkomitmen dan mengatur sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan kesalehan dan kepercayaan, dan karakter mulia dalam konteks pendidikan kehidupan bangsa.” diatur oleh hukum. “
  • Pasal 31 (5) UUD 1945 menyatakan: “Pemerintah mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mendukung nilai-nilai tinggi agama dan persatuan nasional untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.”
  • Dan dalam UU No. 20 tahun 2003, tujuan pendidikan nasional adalah untuk membentuk karakter seseorang dan peradaban nasional yang layak, dan untuk meningkatkan kapasitas atau kehidupan intelektual bangsa. Tujuan dari pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan potensi siswa untuk menjadi orang percaya yang mengabdikan diri mereka kepada Allah yang mahakuasa, mulia, sehat, berkemampuan, kreatif, mandiri, berpengetahuan luas, bertanggung jawab, dan menjadi warga negara yang demokratis.

Sejarah Singkat Pendidikan

1. Sejarah pendidikan adalah sejarah belajar pendidikan yang mencakup gagasan, sistem pendidikan, sekolah, atau masyarakat yang terkait dengan pendidikan, agama, dan sains.

Oleh karena itu, historiografi membuat sulit untuk membedakan sejarah pendidikan dari sejarah intelektual ketika diperiksa untuk ide-ide pendidikan (Supriatna, 2006).

2. Silver (zu Sjamsuddin, 1992) mengatakan bahwa di negara-negara barat (Amerika dan Eropa) perhatian sejarah pendidikan telah terbukti sejak abad ke-19.

Pentingnya sejarah pendidikan telah digunakan untuk berbagai keperluan khususnya untuk memperkuat kesadaran nasional dan kesatuan budaya. untuk mengembangkan profesi guru atau menjadi bangga dengan institusi dan jenis pendidikan tertentu (FIP UPI, 2007).

3. Sjamsuddin (dalam UPI FIP, 2007) menjelaskan bahwa hakikat pendidikan, mengingat perannya dalam transmisi budaya (sains, teknologi, gagasan, nilai-nilai spiritual dan estetika), sangat luas dari generasi ke generasi. Karena itu zaman sejarah menekankan pada pendekatan diakronis.

4. Pendekatan diakronis yang digunakan dalam sejarah dapat dibandingkan dengan penampang vertikal batang, yang menunjukkan perkembangan dari titik awal ke transisi dari fase ke fase berikutnya, yaitu mengungkapkan munculnya fenomena.

Sementara dalam pendekatan sinkron yang biasa digunakan dalam ilmu sosial lainnya, itu dapat dibandingkan dengan cross-section atau horizontal. Ini berarti bahwa dengan pendekatan ini, fenomena dipandang sebagai suatu unit atau sistem.

Fungsi dan struktur unit dijelaskan, bagaimana bagian-bagian operasi unit terkait, dan fungsinya bersama-sama mendukung fungsi unit (Kartodirdjo dalam UPI FIP, 2007).

Demikianlah artikel tentang Pendidikan semoga bisa memberi manfaat dan memberi wawasan baru bagi anda, terimaksih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>