Penyusutan Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Penyusutan adalah biaya yang dialokasikan untuk aset tetap selama suatu periode tertentu. Dengan kata lain, penyusutan atau dalam bahasa Inggris Depreciation yaitu mengubah biaya asli aset tetap seperti pabrik, peralatan, dan mesin produksi, untuk mengeluarkan biaya selama masa manfaat aset tetap yang diharapkan.

Biaya penyusutan mempengaruhi nilai perusahaan karena akumulasi penyusutan yang ditunjukkan untuk setiap aset mengurangi nilai buku dalam laporan keuangan. Beban penyusutan juga berdampak pada hasil bersih, karena mereka diperlakukan sebagai beban dalam laporan keuangan.

Penyusutan-Adalah
Penyusutan Adalah

Penyusutan merupakan suatu nilai aset tetap yang dapat disusutkan selama umur aset yang digunakan (aset yang dapat disusutkan). Penyusutan adalah suatu bentuk penyesuaian harga suatu aset secara terus-menerus untuk mencerminkan penurunan kemampuan suatu aset karena penurunan nilai, kualitas, dan kuantitas.

Dengan kata lain, metode penyusutan adalah alokasi biaya atau sebagian besar biaya suatu aset selama masa manfaat aset tersebut. Jumlah yang dapat diamortisasi adalah selisih antara harga beli dan nilai residu atau nilai aset pada akhir masa manfaatnya. Setiap perusahaan memainkan peran penting dalam menentukan metode yang akan digunakan yang mempengaruhi tingkat biaya penyusutan

Pengertian Penyusutan Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian atau definisi penyusutan berdasarkan pendapat ahli:

  1. Pengertian Penyusutan menurut PSAK No. 17, Penyusutan adalah alokasi jumlah aset yang dapat disusutkan selama estimasi masa manfaatnya. Penyusutan untuk periode akuntansi didebit secara langsung atau tidak langsung dari laporan laba rugi.
  2. Menurut Dwi Martani (2012: 313), Penyusutan adalah metode mengalokasikan biaya perolehan aset tetap untuk secara sistematis mengurangi nilai aset selama masa manfaat aset.
  3. Pengertian Penyusutan menurut Skousen et al (2005:104), Penyusutan adalah sistematis dari biaya perolehan aset selama periode yang berbeda yang mendapat manfaat dari penggunaan aset.
  4. Pengertian Penyusutan menurut Hongren et al (1997:505), Penyusutan adalah alokasi biaya aset tetap untuk biaya selama periode waktu tertentu.
  5. Pengertian Penyusutan menurut Hery, S.E., M.Si. (2011:168), penyusutan adalah distribusi periodik dan sistematis dari biaya suatu aset selama periode yang berbeda yang mendapat manfaat dari penggunaan aset tersebut.

Karakteristik Penyusutan

Dibawah ini adalah karakteristik dari Penyusutan yaitu sebagai berikut:

  1. Penyusutan adalah penurunan nilai aset tetap (tidak termasuk tanah). Kerugian nilai aset bersifat permanen. Setelah dikurangi, nilai asli tidak dapat dikembalikan.
  2. Penyusutan adalah proses bertahap dan berkelanjutan yang mengurangi nilai suatu aset melalui penggunaan aset atau melalui berlalunya waktu.
  3. Penyusutan bukanlah proses menilai aset, melainkan alokasi biaya aset selama masa manfaatnya yang efektif
  4. Penyusutan mengurangi nilai buku dan bukan nilai pasar aset.
  5. Penyusutan hanya digunakan untuk aset tetap. Tidak ada amortisasi aset tidak berwujud atau barang sekali pakai.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusutan

Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan biaya penyusutan:

1. Biaya Perolehan (Acquisition Cost)

Biaya akuisisi atau total biaya modal adalah faktor utama dalam menentukan penyusutan. Biaya penyusutan dihitung berdasarkan total biaya suatu aset yang harus dikeluarkan sebelum aset siap digunakan. Biaya ini termasuk:

  • Harga pembelian suatu aset
  • Biaya transportasi atau pengiriman
  • Biaya instalasi
  • Bea cukai
  • Biaya instalasi

2. Perkiraan Umur Ekonomis Aktiva (Estimate Economical Life Time of Asset)

Faktor berikutnya yang perlu dipertimbangkan ketika menghitung biaya penyusutan adalah umur ekonomis suatu aset. Biaya penyusutan kecil dibebankan untuk aset dengan masa manfaat lebih lama dan sebaliknya. Usia ekonomi ini dapat dinyatakan sebagai jumlah unit yang diproduksi atau periode seperti minggu, bulan atau tahun.

3. Perkiraan Nilai Residu Aset (Estimated Residual Value Of Asset)

Nilai sisa Aset atau Nilai Residu Aset adalah nilai yang dapat direalisasikan jika aset dijual atau tidak lagi digunakan pada akhir estimasi masa manfaat. Jika perusahaan menggunakan aset ini sampai menjadi usang dan tidak lagi menawarkan keuntungan, dapat diasumsikan bahwa aset atau aset tidak lagi memiliki nilai residu atau nilai sisa lagi.

Namun, jika perusahaan mengganti asetnya setelah masa manfaat yang relatif singkat dan aset tersebut masih dapat digunakan kembali, maka nilai residu atau nilai sisa aset tersebut akan relatif masih tinggi.

Beban Penyusutan

Penyusutansalah satu jenis pengeluaran untuk penggunaan aset tetap dengan masa manfaat lebih dari satu tahun. Biaya untuk mempertahankan dan menggunakan aktivitas dalam akun harus dicatat sebagai biaya. Karena ini memengaruhi perhitungan untung dan rugi perusahaan, maka nantinya akan menjadi agen pemotongan dan pemungut pajak.

Cara Menghitung Penyusutan

Beberapa metode penghitungan biaya penyusutan digunakan dan diatur dalam Pasal 11 ayat 1 angka 36 UU 2008. Namun, perlu diketahui bahwa metode penyusutan ini tidak berlaku untuk perhitungan bangunan dan tanah penyusutan aset. Karena nilai kedua aset ini tidak disusutkan setiap tahun, tetapi nilainya meningkat. Metode untuk menghitung penyusutan itu antara lain:

1. Straight-Line Method

Secara umum, perusahaan menggunakan metode Straight-Line Method ini untuk menghitung depresiasi aset yang ada. Metode ini sering digunakan karena penerapannya yang praktis. Aset disusutkan dengan jumlah penyusutan yang sama di setiap periode. Misalnya, jika Anda memiliki komputer seharga Rp 5.000.000 dan menggunakan metode penyusutan garis lurus selama 5 tahun dengan nilai penyusutan Rp 1.000.000 / tahun.

Ini berarti bahwa pada tahun kedua komputer yang sama terdaftar dengan nilai yang telah dikurangi oleh penyusutan. Dengan cara yang sama, nilai penyusutan sebesar Rp 1.000.000 menurun seperti pada tahun pertama di tahun kedua. Hingga pada akhirnya, nilai computer akan habis pada tahun kelima.

2. Declining-Balance Method

Berbeda dengan metode Straight-Line Method untuk metode dengan saldo menurun, perusahaan pertama-tama menentukan tingkat penyusutan untuk setiap periode. Tingkat penyusutan biasanya disesuaikan dengan nilai yang tersisa di kelas akhir. Nilai buku residu karena itu dihapuskan pada akhir periode.

Contoh: Menggunakan contoh sumber daya yang sama di komputer, dengan nilai penyusutan yang berbeda setiap tahun. Pada periode pertama, amortisasi sebesar Rp 2.500.000 dihitung, kemudian pada tahun kedua Rp 2.000.000 dan pada tahun ketiga Rp 500.000.

Setiap periode memiliki nilai depresiasi yang berbeda. Metode ini mengurangi nilai komputer Anda sebesar Rp 2.500.000 pada tahun pertama. Tahun kedua mengalami penurunan nilai Rp 4.500.000 dan tahun ketiga nilai komputer habis setelah dikurangi nilai penurunan terakhir.

Akumulasi Penyusutan

Akumulasi penyusutan adalah seluruh akumulasi nilai beban penyusutan dalam satu periode.

Saat menghitung akumulasi penyusutan aset, ada tiga jenis penyusutan aset tetap. Yang membedakan masing-masing tipe ini adalah objeknya. Terlepas dari apakah mereka merupakan aset berwujud atau tidak berwujud, ada juga aset berwujud dan tidak lagi tersedia. Jenis-jenis penyusutan tersebut adalah:

1. Depreciation

Depresiasi adalah metode umum dan sesuai dengan metode depresiasi linier. Caranya adalah dengan membentuk jumlah sistematis yang dibagi dengan periode layanan. Biasanya, penyusutan dilakukan pada properti pabrik, peralatan komputer, mobil perusahaan, dan aset lainnya.

2. Amortization

Berbeda dengan depresiasi, metode amortisasi ini diterapkan pada aset tidak berwujud seperti paten, merek, dan waralaba dengan niat baik. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), masa manfaat aset yang didepresiasi tidak boleh lebih dari 20 tahun. Alasan untuk ini adalah bahwa periode 20 tahun cukup lama sehingga kemungkinan bahwa aset berharga ada selama periode itu tidak akan memiliki nilai ekonomi dalam 20 tahun ke depan.

3. Depletion

Jika pada penjelasan jenis penyusutan sebelumnya dijelaskan antara aset yang berwujud dan tidak berwujud. Dalam hal jenis depresiasi, aset menurun secara nyata yang melelahkan layanan dan kondisi fisik. Contoh dari barang yang habis adalah sumber daya alam perusahaan. Dalam perhitungan akuntansi, aset dihapuskan dalam bentuk sumber daya alam, dan aset ini terus menurun selama periode yang sama.

Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan

Setelah menjelaskan biaya penyusutan, metode perhitungan untuk jenis akumulasi penyusutan sudah dapat diasumsikan bahwa perbedaan antara keduanya adalah periode. kumulasi penyusutan adalah jumlah biaya penyusutan selama periode atau tahun. Jenis akun ini adalah pengurang, pada tahun pertama akumulasi jumlah penyusutan sesuai dengan biaya penyusutan aset perusahaan selama tahun tersebut.

Namun, untuk periode kedua atau tahun kedua, kumulasi penyusutan dihasilkan dari depresiasi kumulatif tahun pertama ditambah penyusutan kumulatif tahun kedua. Anda hanya perlu masuk ke akun penyeimbangan jika peralatan kantor, transportasi atau aset lainnya yang mengalami penyusutan.

Sekian artikel tentang Penyusutan ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

.