Pielonefritis Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Pada ibu hamil tubuhnya rentan terkena penyakit karena daya tahan tubuhnya yang lemah, jenis penyakitnya bermacam-macam tetapi yang paling umum adalah penyakit pielonefritis.

Kenapa penyakit pielonefritis? karena penyakit ini menyerang bagian ginjal yang bisa membahayakan jika tidak segera diobati. Agar lebih jelasnya mari simak artikel nya dibawah ini.

Pielonefritis Adalah ?

Pielonefritis-Adalah

Pielonefritis adalah infeksi pada satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini adalah jenis penyakit sistitis. Tugas utama organ ginjal adalah membuang limbah dan mengambil kelebihan air dari darah. Ginjal adalah bagian dari saluran kemih yang menghasilkan dan mengeluarkan limbah cair (urin) dari tubuh.

Bakteri dan virus biasanya memasuki kandung kemih melalui uretra (saluran yang mengeluarkan urin dari kandung kemih untuk keluar dari tubuh) dan menyebabkan infeksi yang mempengaruhi ginjal dan memicu pielonefritis.

Infeksi ginjal dan sistitis merupakan kondisi yang serupa. Namun, pielonefritis lebih jarang daripada infeksi saluran kemih, tetapi infeksi ginjal lebih serius. Infeksi yang berulang dapat menyebabkan cedera. Infeksi yang merusak ginjal dapat menyebabkan pielonefritis kronis dan menyebabkan gagal ginjal.

Penyebab Penyakit Pielonefritis

Penyakit pielonefritis dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus dan bakteri, tetapi yang paling umum adalah Escherichia coli. Bakteri jenis ini biasanya berasal dari kandung kemih dan mencapai ginjal melalui aliran darah.

Bakteri ini dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih umum menyerang orang dengan infeksi kandung kemih atau orang dengan kelainan struktural atau anatomi di saluran kemih. Anomali jenis ini menyebabkan air seni tidak mengalir dengan normal.

Aliran urin yang normal dapat terganggu oleh batu ginjal, pembesaran prostat, atau mekanisme katup yang rusak yang mencegah urin kembali ke ginjal. Kondisi ini disebut refluks vesikoureteral. Wanita hamil dengan diabetes dan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berisiko terkena pielonefritis.

Gejala Penyakit Pielonefritis

Tahap awal pielonefritis umumnya tanpa gejala. Gejala yang paling umum adalah demam dan sakit punggung. Berikut adalah gejala-gejala infeksi ginjal yang paling umum:

  1. Muntah
  2. Menggigil
  3. Mual
  4. Nyeri di tulang rusuk atau panggul
  5. Buang air kecil yang menyakitkan
  6. Tiba-tiba ingin buang air kecil.

Ada banyak kemungkinan tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang suatu gejala, segera hubungi dokter Anda.

Komplikasi Penyakit Pielonefritis

Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit Pielonefritis:

1. Sepsis

Sepsis terjadi ketika infeksi telah menyebar ke aliran darah. Komplikasi ini bisa berakibat fatal, karena bakteri dalam darah dapat menyebar ke organ-organ vital seperti jantung, otak dan paru-paru.

2. Abses Pada Ginjal

Kondisi ini terjadi ketika ada nanah di jaringan ginjal. Abses pada ginjal dapat berakibat fatal karena bakteri atau nanah dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti aliran darah atau paru-paru.

3. Komplikasi Pada Ibu Kehamilan

Wanita hamil yang mengalami infeksi ginjal berisiko mengalami komplikasi berbahaya. Infeksi ginjal yang tidak diobati pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.

4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat berfungsi secara normal karena kerusakan sel ginjal. Kerusakan ginjal ini bisa bersifat sementara atau permanen.

Faktor Risiko Penyakit Pielonefritis

Berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan penyakit pielonefritis:

  1. Sistem kekebalan tubuh melemah. Berbagai penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh seperti diabetes dan HIV, bisa meningkatkan risiko infeksi ginjal. Beberapa obat seperti obat untuk mencegah penolakan organ yang ditransplantasikan memiliki efek yang sama.
  2. Gender. Wanita berisiko lebih tinggi terkena infeksi ginjal daripada pria. Gejala pielonefritis pada wanita lebih sering terjadi karena uretra wanita lebih pendek daripada pria. Oleh karena itu, bakteri tidak bergerak jauh dari luar untuk mencapai kandung kemih.
  3. Refluks Vesicoureteral, yang merupakan aliran urin kembali ke ginjal.
  4. Penggunaan jangka panjang pada urin.
  5. Penyakit saluran kemih. Apa pun yang memperlambat aliran urin atau mengurangi kemampuan mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil, seperti batu ginjal, kelainan struktural dalam sistem kemih atau kelenjar prostat besar pada pria, dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit pielonefritis.

Pengobatan Untuk Penyakit Pielonefritis

Pengobatan utama untuk Penyakit Pielonefritis adalah pemberian obat antibiotik. Antibiotik yang biasanya diberikan adalah ciprofloxacin atau levofloxacin. Untuk wanita hamil khususnya antibiotik yang diberikan adalah cefalexin.

Untuk menghilangkan rasa sakit dan demam, dokter biasanya memberikan acetaminophen. Lakukanlah hal-hal berikut di rumah agar pemulihan menjadi cepat dan akurat:

  1. Pada pasien wanita dianjurkan buang air kecil dalam keadaan duduk pada WC duduk
  2. Gunakan bantal hangat di perut, punggung atau pinggang untuk meredakan rasa sakit
  3. Istirahat yang cukup
  4. Minumlah banyak air untuk menghilangkan bakteri dari ginjal dan mencegah dehidrasi.

Cara Mencegah Penyakit Pielonefritis

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi dan mencegah dari penyakit pielonefritis dan mencegah kembalinya infeksi saluran kemih:

  1. Jangan berhenti minum obat sampai dokter Anda menyarankan untuk menghentikannya
  2. Jangan minum obat herbal yang bisa Anda dapatkan di toko. Beberapa obat dapat menyebabkan penyakit ginjal
  3. Jangan menahan air kencing untuk waktu yang lama. Anda harus buang air kecil sebelum dan sesudah hubungan seks untuk mencegah bakteri terinfeksi melalui hubungan seks
  4. Air dan minuman asam dapat mencegah beberapa jenis bakteri bertahan hidup dalam urin, yang mencegah infeksi kembali
  5. Hilangkan batu ginjal jika Anda memilikinya. Anda juga harus melakukan tes prostat secara teratur dan mengobatinya jika Anda membesar
  6. Minum banyak air atau cairan, tetapi jangan alkohol.

Diagnosis Penyakit Pielonefritis

Untuk mendiagnosis Penyakit Pielonefritis, dokter bertanya tentang gejala dan riwayat penyakit pasien. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah pasien. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan dukungan, yang terdiri dari:

1. Scan Tubuh atau Pemindaian

Pemindaian saluran kemih dengan CT dan USG bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pada organ ginjal. Dengan memindai, dokter dapat mengetahui bagaimana penderita menderita infeksi ginjal yang parah.

2. Tes Urine

Dokter akan mengambil sampel urine untuk diperiksa di laboratorium. Tes sampel urine dilakukan untuk mengidentifikasi infeksi ginjal dan saluran kemih dan menentukan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.

Demikianlah artikel tentang penyakit Pielonefritis ini jika anda masih bingung mengenai penyabab dan gejala pada suatu penyakit segera konsultasilah ke dokter dan jaga selalu kesehatan anda, semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: