Plastik Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Plastik merupakan senyawa organik yang sangat mudah dibentuk, memiliki rantai yang sangat panjang karena dibentuk oleh polimerisasi bahan organik dan memiliki berat molekul sangat tinggi. Plastik terdiri dari karbon, hidrogen, dan atom lainnya, yang terhubung dalam rantai molekul panjang yang disebut polimer.

Plastik tidak ditemukan di alam, tetapi dibuat dari produk-produk batubara, minyak, kapas, gas, kayu dan produk asin. Plastik digunakan untuk membuat berbagai bahan, termasuk furnitur, komputer, dan mainan. Plastik sangat berguna karena mereka kuat, ringan, dan tahan terhadap panas dan bahan kimia dibandingkan dengan banyak bahan lainnya.

Plastik-Adalah
Plastik Adalah

Sejarah Plastik

Produk seperti plastik pertama kali dibuat pada tahun 1862 oleh Alexander Parkes dalam selulosa. Temuan material Parkes disebut sebagai Parkesine.

Pada tahun 1907, seorang ahli kimia New York bernama Leo Baeklend berhasil memproduksi bahan sintetis pertama. Dia mengembangkan bakelite, resin cair.

Bahan ini tidak terbakar, tidak larut dalam larutan asam asetat. Akibatnya, bahan ini tidak bisa berubah selama pembentukan.

Plastik adalah bahan baru yang telah banyak digunakan dan dikembangkan sejak tahun 1975 dan dijelaskan oleh Montgomery Ward, Jodan Marsh, J.C. Penny, Sears, dan toko ritel besar lainnya (Marpaung, 2009).

Bahan polimer ini berkembang secara luar biasa dari beberapa ratus ton pada 1930-an menjadi 150 juta ton / tahun pada 1990-an dan 220 juta ton / tahun pada 2005 (Putra dan Yuriandala 2010).

Jenis-jenis Plastik

American Society of Plastic Industry telah membuat sistem dengan kode atau simbol yang berbentuk segitiga arah panah.

Bentuk ini adalah simbol daur ulang dan berisi angka yang mewakili kode dan resin yang berisi informasi spesifik.

Berikut adalah jenis-jenis plastik:

1. PET

PET (polyethylene terephthalate) hanya digunakan satu kali Seperti botol minyak nabati, botol air kemasan, botol cabai, jus buah, botol kosmetik dan botol obat.

2. HDPE

HDPE (High Density Polyethylene) aman digunakan karena dapat mencegah reaksi kimia yang membuatnya cocok untuk botol susu cair, botol obat, botol kosmetik dan tabung pelumas.

Baca Juga : Curah Hujan Adalah

3. PVC

PVC (polyvinylchloride), yang mengandung DEHA, tidak cocok untuk kemasan makanan, jadi lebih cocok untuk digunakan dengan tabung konstruksi, selang air, taplak meja, mainan, botol cabai dan botol sampo.

4. LDPE

LDPE (Low Density Polyethylene), bahan ini lebih mudah untuk didaur ulang melalui penggunaan paket daging beku, tutup, kantong plastik dan berbagai produk berbasis tipis lainnya.

5. PP

PP (polypropylene) untuk tutup botol, gelas, pembungkus margarin dan mainan anak-anak.

6. PS

PS (polystyrene) untuk penggunaan sendok, kotak CD, garpu, gelas, wadah makanan polystyrene dan wadah makanan transparan.

7. Other

Other (O), jenis plastik lain selain 6 contoh klasifikasi kemasan di atas. Biasanya digunakan untuk botol bayi, galon minum, peralatan, onderdil mobil, komputer, gadget elektronik, mainan dan sikat gigi.

Dampak Lingkungan

Bahan yang sulit diuraikan tentu membuat sampah plastik memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan.

Tanah akan tercemar, air tanah, serta fauna tanah pun demikian limbah jenis ini yang dibuang ke tanah menyebarkan bahan kimia yang berbahaya bagi penguraian hewan di tanah, seperti cacing, dan bahkan mungkin mencemari air tanah .

Plastik yang tidak dapat terurai akan termakan oleh binatang maupun tumbuhan untuk mengganggu komposisi rantai makanan dan mengurangi kesuburan tanah, karena benda ini menghambat sirkulasi udara dan dengan demikian mengurangi ruang untuk biota yang digunakan untuk pemupukan tanah .

Material yang memiliki umur panjang tidak hanya membebani tanah, tetapi juga laut. Limbah ini dibuang ke sungai yang menyebabkan mereka mengalir ke laut dan membahayakan ekosistem laut.

Sedotan, bungkus makanan siap saji, bungkus deterjen dan sampah plastik lainnya mengintai hewan-hewan yang berada di laut.

Banyak dari mereka yang mengira ini makanan sehingga memakannya begitu saja padahal ini bahan berbahaya yang tidak dapat diurai oleh tubuh hewan.

Plastik Ramah Lingkungan

Plastik ramah lingkungan merupakan produk yang dapat hancur atau terurai dengan cepat dalam waktu 2 tahun.

Arora remaja berusia 16 tahun yang mampu menciptakan plastik yang bisa mengembang dengan cepat. Proses dekomposisi produk ini cepat karena produk ini terdiri dari campuran bahan organik.

Baca Juga : Pembangunan Berkelanjutan Adalah

Seperti pernyataan Arora di Jogja Tribune, ia mengekstraksi karbohidrat yang disebut kitin dan secara kimia mengubahnya menjadi kitosan. Kemudian dia mencampurnya dengan fibroin, protein dari kepompong sutra.

Dalam dekomposisi plastik, bahan ini 1,5 juta kali lebih cepat dan dapat menurunkan benda-benda yang benar-benar terpisah hanya dalam 33 hari. Arora mendapat kehormatan di Innovator to Market pada tahun 2018 dan menerima perhatian dunia di Intel International Science and Engineering Fair.

Gerakan Tolak Plastik

Tumpukan sampah yang ditemukan merupakan sampah yang sering kita gunakan setiap hari. Misalnya tas sampo, sepatu dan sandal yang banyak ditemukan di lingkungan. Kemudian sampah yang ditemukan kemudian dikumpulkan sesuai merek.

Perusahaan besar seperti Unilever dan Danone telah mengembangkan sistem pengemasan untuk pengemasan tas, wadah air minum dan tas daur ulang.

Kedua perusahaan ini juga merancang kemasan untuk produk ramah lingkungan. Nestlé berkomitmen untuk mengurangi limbah dan meningkatkan peluang daur ulang. Nestle telah mengurangi penggunaan film menyusut plastik hingga 13%.

Dalam mengatasi masalah limbah kemasan, Nestle Indonesia telah berinovasi untuk mengurangi berat kemasan. Sejak 2014, Nestle telah mengurangi kalengnya sebesar 745 ton per tahun dalam kemasan produk susu kental bermerek dan bermerek Nestle.

Negara Penghasil Sampah Plastik Terbesar

Sampah plastik bukanlah masalah biasa, bahkan sampah jenis ini sudah menjadi perhatian pemerintah dunia. Beberapa negara yang paling banyak berkontribusi terhadap limbah plastik di laut adalah Cina dan Indonesia.

Cina berkontribusi paling besar terhadap limbah ini di seluruh dunia. Penelitian dari ahli kelautan di Universitas Georgia menunjukkan bahwa China memproduksi sekitar 11,5 juta ton limbah jenis ini setiap tahun.

Sekitar 8,8 juta ton, sekitar 78% limbah plastik dibuang langsung ke laut tanpa diproses terlebih dahulu. Data statistik menunjukkan bahwa orang yang tinggal di pantai Cina membuang limbah jenis ini hingga 33,6 kg langsung ke laut.

Baca Juga : Visi Misi Adalah

Indonesia menyumbang jumlah terbesar sampah plastik ke Cina dengan 3,2 juta ton sampah plastik dibuang ke laut setiap tahun.

Ini menjadikan Indonesia sebagai limbah nomor satu di Asia Tenggara. Kurangnya kesadaran di kalangan penduduk Indonesia tentang bahaya limbah jenis ini bagi ekosistem memungkinkan hal ini terjadi.

Manfaat plastik bagi manusia sangat tinggi karena digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perangkat yang bermanfaat bagi kehidupan. Namun, sifat bahan yang sulit terurai perlu dikendalikan.

Inovasi dan teknologi perlu dikembangkan untuk menciptakan penggunaan plastik yang ramah lingkungan.

Sekian artikel tentang Plastik ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.