Pterigium Adalah : Penyebab, Pengobatan, Faktor Resiko dan Gejalanya

Posted on

Adalah.Co.Id – Pterigium atau yang juga dikenal dengan istilah surfer’s eye adalah penyakit di mana selaput di mata putih menjadi keruh. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah, terutama peselancar. Inilah alasan dari kondisi ini, yang disebut mata surfer.

Jaringan yang tumbuh memiliki warna merah muda dan bertekstur sedikit menonjol. Penampilannya di konjungtiva, membran bening yang melapisi kelopak mata dan bola mata.

Jaringan tersebut biasanya tumbuh di bagian mata yang dekat dengan hidung dan menyebar ke pusat mata. Dalam beberapa kasus, pertumbuhan jaringan dapat mencapai kornea mata. Ketika kondisi ini terjadi, penglihatan mungkin terganggu ketika jaringan menghalangi masuknya cahaya melalui pupil mata.

Pertumbuhan jaringan pada mata mungkin terlihat mengerikan, tetapi jaringan tersebut tidak berpotensi menjadi kanker. Jaringan tidak bisa tumbuh sekaligus.

Pterigium-Adalah
Pterigium Adalah

Masalah ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Ketika menyerang kedua mata, itu disebut pterigium bilateral. Meski kondisi ini tidak parah, namun bisa menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

Penyebab Pterigium

Hingga saat ini, penyebab pasti dari pterigium masih belum diketahui. Namun, ada beberapa pemicu dan faktor risiko yang diyakini menyebabkan kondisi ini.

Beberapa peneliti meyakini bahwa posisi atau letak geografis memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit ini. Ini karena kejadian penyakit ini cukup tinggi di negara-negara dekat khatulistiwa.

Lebih lanjut lagi, terdapat kemungkinan bahwa sinar radiasi ultraviolet memiliki pengaruh pada pembentukan negara ini, yang terkait dengan lokasi negara di dekat khatulistiwa.

Para ahli mempercayai bahwa radiasi ultraviolet, khususnya UV-B, dapat menyebabkan mutasi pada gen penekan tumor p53. Kondisi ini mengarah pada proliferasi sel berlebih di mata, sehingga terjadi pembentukan dan pembentukan jaringan.

Pengobatan Pterigium

Pada kasus tahap awal, di mana tidak terdapat gejala dan ketika pterigium tidak signifikan menunjukkan tandanya, kondisi ini tidak perlu mendapatkan penanganan khusus. Ketika pterygium menyebabkan iritasi, kemerahan atau ketidaknyamanan, air mata buatan dapat melembabkan mata dan meringankan ketidaknyamanan. Obat tetes mata ini tidak mempengaruhi pertumbuhan pterygium.

Ketika pterigium mulai tampak atau menyebabkan gejala seperti penglihatan kabur, pengangkatan melalui operasi dianjurkan. Operasi melibatkan menghilangkan daging yang tumbuh dan menanam tambalan transparan, yang disebut konjungtiva, pada bekas luka bedah untuk mengurangi risiko pertumbuhan kembali pterigium.

Plester konjungtiva ini biasanya diambil dari mata pasien itu sendiri (autograft konjungtiva). Fiksasi autograft dapat dilakukan dengan atau tanpa jahitan. Mempertimbangkan risiko pterygium berulang setelah operasi, operasi pengangkatan dan autotransplantasi konjungtiva cukup rendah. Langkah ini sangat disarankan.

Faktor Resiko Pterigium

Pterygium adalah penyakit yang menyerang semua orang dari berbagai usia dan ras. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

Salah satu atau semua faktor risiko ini tidak berarti Anda terkena penyakit ini. Mungkin juga Anda akan mengalaminya bahkan jika Anda tidak memiliki faktor risiko.

Faktor-faktor risiko berikut memicu pembentukan jaringan di lapisan bola mata:

1. Usia

Kasus pterygium lebih sering terjadi pada orang berusia 20 hingga 40 tahun ke atas. Jika Anda termasuk dalam kelompok usia ini, peluang Anda terkena penyakit ini lebih tinggi dari pada anak-anak dan remaja.

2. Tinggal di Negara Tropis atau Dekat dengan Khatulistiwa

Negara-negara di dekat khatulistiwa lebih banyak terpapar matahari dari pada negara lain. Jika Anda tinggal di daerah itu, risiko terkena penyakit ini lebih tinggi.

3. Sering Bekerja atau Beraktivitas di Luar Ruangan

Untuk beberapa pekerjaan atau kegiatan, Anda harus terkena sinar matahari sepanjang hari, misalnya saat berselancar atau di pertanian. Kondisi ini membuat Anda lebih rentan terhadap kondisi ini.

4. Sering Terpapar Debu

Polutan udara seperti debu dan asap dapat menyebabkan mata kering. Ini dapat meningkatkan risiko iritasi mata dan penampilan pterygium.

Gejala Pterigium

Secara umum, pterygium hanyalah pertumbuhan membran pada permukaan bola mata tanpa rasa tidak nyaman lebih lanjut. Tetapi terkadang kondisi ini dapat disertai dengan gejala lain, termasuk:

  1. Pertumbuhan membran putih dengan pembuluh darah yang terlihat/ abnormal di sudut dalam atau luar mata.
  2. Pterygium dapat terjadi pada satu atau kedua mata.
  3. Kemerahan pada area yang terkena.
  4. Iritasi dan rasa sakit di mata.
  5. Gejala mata kering.
  6. Terkadang mata berair.
  7. Rasanya seperti benda asing ada di mata.
  8. Penglihatan kabur (dalam kasus yang parah, pertumbuhan dapat menutupi kornea sentral atau menyebabkan astigmatisme oleh tekanan pada permukaan kornea).
  9. Ada nodul di mata ketika membran pterigium tebal atau lebar.

Konsultasikan dengan dokter jika ada gejala-gejala ini terjadi. Pemeriksaan dan pengobatan dini mengurangi risiko komplikasi.

Sekian artikel tentang Pterigium ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: