Refleksi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Sebagai tenaga Profesional, guru berkewajiban untuk terus meningkatkan pekerjaan mereka sehingga kegiatan yang dilakukan mencapai tujuan yang ditetapkan.

Kualitas pendidikan diukur dengan penilaian pendidikan, baik oleh guru, unit pendidikan maupun oleh pemerintah. Dikombinasikan dengan penilaian pelatihan guru, guru dapat mengukur keberhasilan mereka berdasarkan hasil belajar siswa.

Refleksi Adalah ?

Refleksi-Adalah

Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan (biasanya secara tertulis) oleh guru untuk siswa dan mengekspresikan kesan konstruktif, pesan, harapan dan kritik terhadap pembelajaran yang diterima.

Bahasa yang paling sederhana dan termudah untuk dipahami adalah bahwa refleksi siswa tentang guru atau dosen sangat mirip dengan apa yang dialami di kelas dari awal hingga akhir pembelajaran.

Manfaat Refleksi

Karena melalui refleksi dimungkinkan untuk memberikan informasi positif tentang bagaimana guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, serta bahan observasi untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar dicapai. Selain itu, kegiatan ini dapat membawa kepuasan siswa dan tempat yang tepat untuk menjalin komunikasi positif dengan guru.

Jika berhasil dan menyenangkan bagi siswa, guru atau dosen dapat mempertahankannya, tetapi jika siswa masih tidak menyukainya, itu artinya tanggung jawab guru atau dosen harus segera mengubah model pembelajaran dengan menggunakan metode atau teknik yang sesuai aturan.

Kesimpulan dari hasil refleksi akan terintegrasi. Selain itu, hasil refleksi siswa harus diperlakukan dengan hati-hati dan pemikiran positif, karena tujuan akhir dari semua ini tidak lain adalah pendidikan kita.

Paket dalam proses pembelajaran yang sering diabaikan adalah refleksi dari pembelajaran. Beberapa guru mengalami kesulitan untuk berpikir tentang belajar, terutama untuk anak-anak sekolah dasar. Sungguh, jika kita berani mencoba, ada banyak keajaiban yang bisa kita lakukan.

Mari tanamkan lagi dengan keyakinan bahwa anak-anak kita belajar secara berbeda. Sebagai guru dan orang tua, kita juga harus membesarkan mereka secara berbeda dari kita.

Cara Menerapkan Refreksi di Kelas

Kembali ke refleksi pembelajaran. Ini juga bisa disebut penilaian pembelajaran. Tanpa berpikir tentang belajar, setelah belajar, seorang anak baru saja melihat berita (bagi mereka yang masih mengajar), reality show, pertunjukan, atau pertunjukan jangka pendek.

Sangat sulit untuk menemukan makna belajar jika itu hanya masuk akal untuk sesaat. Oleh karena itu, refleksi pembelajaran adalah bagian penting dari pembelajaran.

Kegiatan refleksi meliputi kegiatan analisis dan evaluasi yang berasal dari kegiatan observasi. Data yang dikumpulkan sebagai bagian dari kegiatan pengamatan pertama-tama harus dianalisis sehingga langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut segera diketahui. Interpretasi dari pengamatan ini adalah dasar untuk evaluasi sehingga langkah selanjutnya untuk implementasi tindakan dapat disepakati.

Seorang guru sekolah dasar percaya bahwa interaksi yang terjadi di kelas lebih didominasi oleh guru. Dia ingin mengubah ini dengan mengamati perencanaan kegiatan pembelajaran yang akan dia lakukan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa melalui alat bantu visual dan dialog. Hasil penilaian terhadap tindakan yang diambil menunjukkan bahwa partisipasi masih lemah.

Guru mengatur ulang kegiatan belajar selanjutnya dengan memasukkan kegiatan yang menawarkan motivasi dan pujian yang lemah kepada siswa. Hasilnya sangat menggembirakan. Anak yang lemah menjadi lebih aktif dalam proses belajar.

Dari kegiatan pengamatan diketahui bahwa memotivasi dan memuji siswa yang lemah menimbulkan masalah baru bagi anak-anak bijak yang bosan karena guru membantu banyak siswa yang lemah, sehingga mengajar sangat lambat.

Kesimpulan bahwa proses pembelajaran selanjutnya harus ditujukan untuk melibatkan siswa yang cerdas. Langkahnya adalah meminta siswa yang cerdas untuk membantu siswa yang lemah melalui kerja kelompok.

Ada anak yang cerdas dalam proses pembelajaran yang cukup antusias untuk membantu teman-teman mereka yang lemah, tetapi ada anak cerdas lainnya yang tampaknya tidak antusias. Tampaknya ada lebih banyak masalah daripada anak cerdas yang antusias, ada yang otoriter dan yang lain egois.

Bekerja dengan kelompok dia sendiri tanpa melibatkan teman-teman lain. Sementara itu, anak yang cerdas dan tidak antusias terlihat malas dan tidak mau membantu teman-temannya.

Hingga kesempatan belajar selanjutnya. Guru menambahkan penjelasan tentang pentingnya solidaritas antar warga, yang dinyatakan dalam bentuk kerja sama dan saling mendukung. Contoh cerdas dari pegas yang diambil terus-menerus tidak berfungsi, tetapi pegas menjadi lebih besar dan lebih jelas.

Seorang anak yang cerdas, jika dia ingin membantu yang lemah, memungkinkan dia untuk memahami materi yang diperiksa dengan lebih tepat dan lebih aman agar menjadi lebih cerdas. Ketika kerja tim berlanjut, anak-anak terpintar di kelas telah berubah sehingga kerja tim menjadi hidup dan berubah menjadi kompetensi antar kelompok.

Demikianlah artikel tentang Refleksi ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan baru bagi anda, terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>