Refleksi Adalah : Manfaat dan Cara Menerapkan Refreksi di Kelas

Posted on

Adalah.Co.IdRefleksi adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan (biasanya secara tertulis) oleh siswa untuk guru / dosen dan mengekspresikan kesan, pesan, harapan dan kritik konstruktif terhadap pembelajaran yang diterima.

Bahasa yang paling sederhana dan paling mudah dipahami adalah bahwa refleksi siswa tentang guru / dosen ini sangat mirip dengan hal-hal yang dialami di kelas dari awal hingga akhir pembelajaran.

Manfaat Refleksi

Karena Memalui refleksi dapat memberikan informasi positif tentang bagaimana guru / dosen dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, serta bahan observasi, untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil belajar yang dicapai. Selain itu, kegiatan ini dapat membawa kepuasan bagi siswa, dan tempat yang tepat untuk menjalin komunikasi positif dengan guru / dosen.

Bagaimana seharusnya guru menghadapi hasil refleksi siswa?

Refleksi-Adalah
Refleksi Adalah

Jika berhasil dan menyenangkan siswa, guru / dosen dapat mempertahankannya, tetapi jika siswa masih tidak menyukainya, adalah kewajiban guru / guru untuk segera mengubah model pembelajaran dengan menggunakan metode atau teknik yang tepat.

Kesimpulan dari hasil refleksi akan diintegrasikan. Selain itu, hasil refleksi siswa harus diperlakukan dengan hati-hati dan berpikir positif, karena tujuan akhir dari semua ini tidak lain adalah pendidikan kita saja.

Paket dalam proses pembelajaran yang sering diabaikan adalah refleksi dari pembelajaran. Beberapa guru merasa sulit untuk berpikir atau berpikir tentang belajar, terutama untuk anak-anak sekolah dasar. Sungguh, jika kita berani mencoba, maka ada banyak keajaiban yang bisa kita lakukan.

Ketika saya menulis bahwa belajar sama dengan berlatih berpikir, itu menunjukkan bahwa anak-anak dari segala usia perlu dilatih pada waktu yang tepat. Mari kita lihat kenyataan di sekitar kita!

Anak berusia lima tahun dengan gadget di tangan mereka dan keterampilan bermain yang sangat baik yang kita lihat di mana-mana. Awalnya mereka hanya menonton. Jika mereka sudah memiliki, maka mereka telah menguasainya dalam waktu singkat.

Mari kita menanamkan lagi dengan keyakinan bahwa anak-anak kita belajar dengan cara yang berbeda. Kita sebagai guru dan orang tua juga harus mendidik mereka secara berbeda dari kita.

Cara Menerapkan Refreksi di Kelas

Kembali ke refleksi pembelajaran. Bisa juga disebut evaluasi pembelajaran. Tanpa berpikir tentang belajar, setelah belajar seorang anak baru saja menonton berita (bagi mereka yang masih mengajar), reality show, pertunjukan atau pertunjukan jangka pendek.

Sangat sulit untuk menemukan makna belajar, dan jika itu hanya masuk akal untuk sesaat. Oleh karena itu refleksi pembelajaran merupakan bagian penting dari pembelajaran.

Kegiatan refleksi meliputi kegiatan analisis dan penilaian yang berasal dari kegiatan pengamatan. Data yang dikumpulkan sebagai bagian dari kegiatan pengamatan harus dianalisis dahulu, sehingga langkah-langkah untuk mencapai tujuan dapat segera diketahui. Interpretasi hasil pengamatan ini adalah dasar untuk penilaian sehingga langkah selanjutnya dalam implementasi tindakan dapat disepakati.

Seorang guru sekolah dasar merasa bahwa interaksi yang terjadi di kelas lebih didominasi oleh guru. Dia ingin mengubah kondisi ini dengan mengamati desain kegiatan pembelajaran yang akan dia lakukan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa melalui alat bantu visual dan dialog. Hasil penilaian terhadap tindakan yang diambil menunjukkan bahwa masih ada partisipasi yang lemah. Guru mendesain ulang kegiatan belajar selanjutnya dengan memasukkan kegiatan yang memberikan motivasi dan pujian siswa yang lemah. Hasilnya sangat menggembirakan. Anak yang lemah menjadi lebih aktif dalam proses belajar.

Dari kegiatan pengamatan diketahui bahwa memotivasi dan memuji siswa yang lemah menimbulkan masalah baru anak yang bijak bosan karena guru membantu banyak siswa yang lemah, sehingga pelajarannya sangat lambat.

Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa proses pembelajaran selanjutnya harus dicari untuk melibatkan siswa yang cerdas. Langkahnya adalah meminta siswa yang cerdas untuk membantu siswa yang lemah melalui kegiatan kerja kelompok.

Ada anak-anak cerdas dalam proses belajar yang cukup antusias untuk membantu teman-teman mereka yang lemah, tetapi ada anak-anak cerdas lainnya yang tampaknya tidak antusias. Rupanya, ada lebih banyak masalah antusias anak-anak pintar sabar, ada yang otoriter dan ada yang egois.

Dia bekerja dengan kelompok itu sendiri, tanpa melibatkan teman-teman lain. Sementara itu, seorang anak yang cerdas dan tidak antusias terlihat malas dan tidak ingin membantu teman-temannya.

Pada kesempatan belajar selanjutnya. Guru menambahkan penjelasan tentang pentingnya solidaritas antara warga, yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan dukungan timbal balik. Contoh cerdas pegas yang diambil secara terus-menerus tidak berhasil, tetapi pegas menjadi lebih besar dan lebih jelas.

Seorang anak yang cerdas, jika ingin membantu yang lemah, membuatnya memahami materi yang diselidiki lebih akurat dan aman, sehingga menjadi lebih pintar. Ketika kerja kelompok dilanjutkan, anak terpintar di kelas telah berubah sehingga kerja kelompok menjadi hidup dan berubah menjadi kompetensi di antara kelompok.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: