Rehabilitasi Adalah : Jenis jenis dan Contoh Rehabilitasi

Posted on

Adalah.Co.Id Rehabilitasi adalah suatu kegiatan dalam membantu para penderita yang memiliki sebuah penyakit serius atau cacat yang membutuhkan sebuah pengobatan medis untuk mencapai kemampuan social, dan fisik psikologis, yang maksimal.

Pengertian Rehabilitasi Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian rehabilitas menurut beberapa ahli, adapun para ahli tersebut diantaranya ;

• KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Rehabilitas adalah pemulihan kepada kedudukan seseorang yang dilakukan perbaikan anggota tubuh cacat dan yang lainnya atas individu ,Contohnya korban kecelakaan “pasien” agar menjadi manusia yang berguna dan memiliki posisi di kedudukan masyarakat.

• Subagyo (2006:105)
Rehabilitas ialah pemulihan kesehatan jiwa & raga seseorang yang ditunjukan kepada para pecandu narkoba dan telah menjalani sebuah program kuratif. Adapun tujuannya yakni supaya pecandu tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit seperti kerusakan fisik (syaraf, otak, paru-paru, ginjal, hati dan lain-lain), rusaknya mental, perubahan karakter dari positif kearah yang negatif, anti social, penyakit-penyakit ikutan seperti HIV/AIDS, Hepatitis, sifilis, dan yang lainnya yang karenakan bekas pemakaian narkoba.

• Rehabilitasi menurut Undang-Undang
Rehabilitas ialah sebuah program pemulihan hak seseorang dalam sebuah kemampuan dan posisi semula yang telah diberikan oleh pengadilan. Menurut Pasal 1 ayat 22 KUHAP mencantumkan bahwa hak seseorang mendapatkan rehabilitas untuk mendapatkan pemulihan haknya dalam suatu harkat kedudukan, dan martabatnya yang dimana diberikan pada peradilan karena ditangkap, tingkat penyidikan, dituntut atau diadili tanpa sebuah alasan yang jelas pada Undang-Undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya dan Penerapan Hukum menurut cara yang diatur didalam Undang-Undang ini sendiri.

• Departemen Sosial
Rehabilitas merupakan suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan para penderita cacat sanggup melakukan fungsi-fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.

• Lambertus, 2001:19
Rehabilitas tidak hanya sekedar memulihkan kesehatan si pecandu, karena selain dari itu dapat juga memulihkan serta menyehatkan seseorang pecandu secara utuh dan menyeluruh. Rehabilitas narkoba merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan menyeluruh. Penyakit pecandu narkoba ini akan selalu meninggalkan rasa ketagihan mental maupun fisik. Ada yang dapat mengatasinya dalam waktu yang singkat, ada juga yang harus berjuang seumur hidupnya untuk memulihkannya.

Maka dari pada itu rehabilitas korban pecandu narkoba diharuskan mengikuti usaha untuk mendukung para korban, hari demi hari dalam rencana pengembangan dan pengisian hidup secara bermakna serta berkualitas di bidang mental, fisik, spiritual, dan juga social. Ada yang dapat mengatasinya dalam waktu yang singkat, ada juga yang harus berjuang seumur hidupnya untuk memulihkannya.

Rehabilitasi-Adalah
Gambar Rehabilitasi Jantung

JENIS-JENIS REHABILITAS

1. Rehabilitasi Medis
Rehabilitasi Medis Layanan yang diberikan kepada individu yang mengalami gangguan – gangguan dalam koordinasi gerak, komunikasi, sensorik motor, dan penyesuaian sosial. Rehabilitasi medis meliputi bidang layanan fisioterapi, speech therapy, occupational therapy, ortotik protestik. Tenaga – tenaga ahli yang menangani bidang tersebut adalah tenaga – tenaga profesi ahli madya yang dihasilkan oleh Departemen Kesehatan.

Masing – masing tenaga tersebut berperan sebagai tenaga adsministrator, konsultan, dan manajemen bidang rehabilitasi. Adapun peranan guru pendidikan khusus sebagai mitra kerja, membantu memberikan latihan – latihan dasar dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, terutama apabila tenaga – tenaga tersebut belum ada di lingkungan sekolah.

2. Rehabilitasi Pendidikan
Rehabilitasi pendidikan adalah layanan yang diberikan kepada individu yang membutuhkan layanan khusus dalam bidang pendidikan (praakademik, yaitu baca, tulis, dan hitung). Lembaga pendidikan yang mengelola layanan pendidikan untuk individu yang membutuhkan layanan khusus sudah termasuk rehabilitasi pendidikan. Lembaga ini umumnya diselenggarakan oleh swasta dan pemerintah dibawah pembinaan Departemen Pendidikan Nasional.

3. Rehabilitasi Sosial
Dinas sosial mempunyai program melaksanakan rehabilitasi di bidang sosial, misalnya layanan rehabilitasi sosial melalui mobil keliling yang memberikan layanan kepada masyarakat terutama di pedesaan. Rehabilitasi sosial bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi, mencegah penurunan kemampuan bersosialisasi, atau kondisi lebih parah dari kondisi sosial sebelumnya.

4. Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
Rehabillitasi Berbasis Masyarakat (RBM) adalah layanan rehabilitasi yang memanfaatkan potensi sumber daya masyarakat. Strategi ini dilaksanakan dengan tujuan agar leyanan rehabilitasi dapat dilakukan sedini mungkin dan merata bagi seluruh masyarakat yang memerlukannya

Tenaga profesional rehabilitasi keberadaannya belum mencukupi kebutuhan 40 masyarakat secara merata. Orang yang membutuhkan layanan khusus tidak hanya berada di perkotaan. Di manapun cenderung dijumpai mereka yang mengalami gangguan, khususnya anak – anak yang membutuhkan layanan khusus. Layanan yang dilakukan oleh tenaga profesional cenderung memerlukan biaya tinggi dan lokasi layanan yang representatif. Sementara itu, anak – anak yang membutuhkan layanan harus segera dilayani sejak diketahui adanya gangguan yang dialami mereka.

5. Rehabilitasi Vokasional
Rehabilitasi vokasional dimasudkan untuk memberikan layanan khusus dalam bidang vokasional atau keterampilan. Keterampilan yang ditawarkan kepada mereka sifatnya individu, sesuai dengan kemampuan yang masih dimilikinya dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar individu tersebut.

6. Rehabilitasi dalam Keluarga
Rehabilitasi dalam keluarga merupakan model layanan rehabilitasi yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yang mengalami gangguan. Orang tua dimaksud terlebih dahulu diberikan latihan bagaimana cara memberikan layanan kepada anaknya atau keluarga yang membutuhkan layanan khusus.

Orang tua yang sudah dilatih oleh tenaga profesional tertentu di lembaga formal, melakukan praktik layanan terhadap anaknya di bawah bimbingan tenaga profesional. Dengan demikian, diharapkan para orang tua mampu memberikan layanan di rumah.

Secara berkala diadakan evaluasi bersama dan tindak lanjut layanan yang harus diberikan.8 Sebagaimana pengobatan, secara umum proses rehabilitasi terdiri dari dua macam, yang pertama adalah rehabilitasi medis dan yang kedua adalah rehabilitasi non-medis.

7. Rehabilitasi Medis
Jika yang disebut dengan pengobatan medis secara umum adalah pengobatan yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit, puskesmas atau klinik, dengan menggunakan obat-obatan produksi pabrik atau alat-alat yang menggunakan teknologi canggih, atau secara lebih singkat lagi Amin Syukur mendefinisikannya sebagai segala sistem pengobatan yang menggunakan alat dan bahan secara bendawi, baik itu dokter, orang sakti, dukun atau sebutan-sebutan lainnya.

Maka yang dimaksud dengan rehabilitasi medis juga kurang lebih sama dengan definisi pengobatan medis, yaitu segala sistem pemulihan dengan menggunakan alat dan bahan secara bendawi, baik itu dilakukan oleh dokter, orang yang dianggap sakti, dukun, tabib dan lain sebagainya.

8. Rehabilitasi Non-Medis
Rehabilitasi non-medis merupakan pendamping dari rehabilitasi medis. Sebagaimana pengertian rehabilitasi medis yang hampir sama dengan pengobatan medis, maka rehabilitasi non-medis adalah proses pemulihan dengan tidak menggunakan alat dan bahan secara bendawi, baik itu dilakukan oleh dokter, orang sakti, dukun, tabib atau sebutan lain yang sepadan dengan itu.

Atau dalam pengertian lain rehabilitasi non-medis adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan tidak melalui medis.

CONTOH REHABILITASI BENCANA ALAM DI BANTEN

Dalam tragedi tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda 22 Desember 2018 kemarin dilaporkan paling tidak jumlah korban meninggal mencapai 430 jiwa lebih. Ini belum termasuk korban yang hilang, terluka, dan berbagai bangunan yang luluh-lantak.

Masyarakat dan wilayah yang menjadi korban bencana sudah barang tentu perlu secepatnya direhabilitasi dan dilakukan rekonstruksi. Lebih dari sekadar menyediakan tenda-tenda penampungan di tempat pengungsian, masyarakat yang menjadi korban bencana, terutama yang kehilangan harta benda dan aset produksinya, mereka tentu membutuhkan uluran tangan dari pemerintah untuk memastikan kemungkinan bangkit kembali dari keterpurukan.

Masyarakat korban bencana yang perahunya hilang karena terseret tsunami, rumahnya hancur diterjang air laut yang menggunung, sawahnya rusak diterjang banjir, toko atau warung miliknya tak lagi berbekas karena luapan air laut, dan lain sebagainya, tentu tidak mungkin mereka dapat bangkit kembali dengan cepat bila tidak memperoleh uluran tangan dari pemerintah.

Pada saat itu kegiatan rehabilitas selalu dilakukan ,untuk menampung orang-orang yang selamat,kegiatan ini memberikan tempat tinggal bagi masyarakat yang tidak bisa tinggal dirumah lamanya,pada kegiatan ini rehabililitas menyediakan fasilitas untuk masyarakat yang terkena bencana. Seperti tenda sementara/Penampungan, Makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, dan banyak lainnya

Kegiatan rehabilitasi pasca-terjadinya bencana selain dilakukan dalam bentuk perbaikan lingkungan, juga bantuan perbaikan rumah korban bencana, pemulihan sosial-ekonomi-budaya, pemulihan pelayanan publik, anak-anak kembali ke sekolah, dan lain-lain, yang bertujuan agar masyarakat segera dapat kembali beraktivitas secara normal dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga >>>

Grasi Adalah : Syarat dan Contoh Grasi

Jaksa Adalah : Fungsi Jaksa dan Tugas Jaksa Agung

Related posts: