Rockwool Adalah : Fungsi Rockwool pada Hidroponik dan Harganya

Posted on

Adalah.Co.Id – Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang terbuat dari bahan dasar bebatuan, yang dirancang sebagai bahan peredam suara, sebagai bahan isolasi panas dan sebagai media tumbuh hidroponik.

Fungsi umum dari rockwool adalah untuk memberikan isolasi dirumah tinggal atau bangunan komersial. Rockwool juga dapat melindungi pipa, kapal, berkemah, dan peralatan memasak rumah. Meskipun kebanyakan orang diketahui menyediakan isolasi di rumah, mereka juga menggunakan batu dan sigwool sebagai media penanaman hortikultura.

Ada berbagai macam jenis rockwool, yang paling sering dijumpai adalah rockwool AC dan rockwool tanaman. Banyak orang berpendapat bahwa Rockwool AC dan Rockwool memiliki fungsi yang sama, tetapi mereka tidak. Rockwool AC biasanya lebih murah karena AC rockwool terlalu rapuh.

Rockwool adalah media menanam dengan menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari bebatuan dan tidak menggunakan tanah. Rockwool sendiri digunakan untuk media tanam yang banyak sekali digunakan oleh petani hidroponik.

Substrat kultur rockwool sering digunakan untuk budidaya sayuran dan tanaman hias. Rockwool sendiri dijual di pasaran, dan sekarang istilah ini populer. Dengan wol batu, Anda tidak lagi membutuhkan tanah untuk menanam apa pun.

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang terbuat dari bahan dasar bebatuan, yang dirancang sebagai bahan peredam suara, isolasi terhadap panas, dan dapat juga digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Rockwool-Adalah
Rockwool Adalah

Karena serat yang tidak mudah terbakar dan memiliki titik leleh yang ekstrim lebih dari 2.150 derajat Farenheit, isolasi rockwool bertindak sebagai penghalang api. Karakteristik tahan apinya dapat menunda penyebaran api, yang bisa menambahkan menit berharga untuk melarikan diri saat kebakaran.

Rockwool juga tahan air, anti fouling dan tahan jamur, termasuk berbagai jenis pertumbuhan bakteri. Menjadi tahan air, rockwool tidak akan melemah atau melorot. Rockwool memiliki konten padat yang mengurangi aliran udara dan transmisi gelombang suara.

Cara Membuat Rockwool

Cara membuat rockwool memang sederhana tapi tidak begitu mudah, bagi orang awam tentu media tanam ini sangat aneh dan tidak logis karena rockwool tidak memakai tanah sama sekali. Wol batu umumnya digunakan sebagai substrat biakan hidroponik.

Bahan apa yang terbuat dari wol batu?

Wol batu terbuat dari batu seperti batu kapur, basal dan batubara. Batu itu harus dipanaskan terlebih dahulu. Tetapi jika Anda kesulitan menemukan batu-batu ini di sini, ada berbagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat wol batu. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rockwool sederhana antara lain:

  1. Kaca
  2. Batu ( bisa batu kapur, batu volcanic dari gunung berapi, batu bara )
  3. keramik

Setelah mendapatkan bahan-bahan tersebut lalu bagaimana cara membuat rockwool yang sederhana sebagai media tanam hidroponik?

  1. Anda harus memanaskan kaca terlebih dahulu dengan suhu 230-260 derajat celcius.
  2. Bahan berupa batu juga dipanaskan hingga suhu 700-850 derajat Celcius.
  3. Ketiga keramik yang dipanaskan pada suhu 1200 derajat Celcius
  4. Bahan panas dan menyatu dan telah berubah seperti lava, selanjutnya harus menunggu dingin. Batu-batu itu berubah menjadi serat lava.
  5. Setelah batunya dingin, pengumpulan serat dipotong dan disesuaikan dengan kebutuhan.
  6. Rockwool siap digunakan

Menggunakan media rockwool untuk menanam memang mempunyai banyak unggulan tetapi perlu diingat, rockwool yang terbuat dari bebatuan mempunyai kandungan mineral alkali yang sangat besar dan PH dari rockwool cenderung tinggi untuk beberapa jenis tanaman.

Kemudian perawatan khusus dilakukan sebelum digunakan. Lalu apa saja manfaat yang akan didapat dengan menggunakan media rockwool untuk tanaman hias dan sayuran?

  1. Ramah lingkungan. Anda bisa memanfaatkan bahan sisa keramik atau kaca untuk menanam tanaman.
  2. Hemat pupuk
  3. Tidak mengandung patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman / sayuran.
  4. Meminimalkan penggunaan disinfektan yang membuat sayuran tidak sehat / berbahaya saat tertelan.

Dengan menggunakan rockwool tentu ini bisa menjadi salah satu alternatif para petani. Tidak hanya petani saja tetapi masyarakat yang hidup di kota besar yang tidak mempunyai lahan untuk menanam pun bisa memakai media tanam ini.

Dengan menggunakan wol batu, tentu saja Anda juga dapat menghemat pupuk, karena wol batu dapat menyerap banyak air dibandingkan dengan tanah.

Perbedaan Rockwool AC dan Rockwool Tanaman

1. Rockwool AC

Rockwool AC sangat cocok untuk aneka kebutuhan industri, seperti :

  1. Peredam ruangan genset
  2. Peredam Kamar Studio
  3. Peredam ruangan audio visual, ballroom
  4. Tata letak
  5. Atap pabrik
  6. Dinding bangunan
  7. AC / pelapis udara untuk pipa dan kabel
  8. Ramah lingkungan
  9. Tidak mengandung patogen
  10. Dapat menampung air hingga 14 kali kapasitas tanah
  11. Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
  12. Dapat mengoptimalkan peran pupuk.

Rockwool AC adalah bahan insulation, termasuk jenis isolasi termal dan akustik. Terbuat dari bahan tambang fiber ringan dengan inti berupa Glass (kaca). AC rockwool sangat rapuh karena sifatnya yang berlubang, tidak seperti rockwool tanaman yang memiliki rongga lebih sedikit dan kuat.

2. Rockwool Tanaman

Rockwool tanaman adalah salah satu jenis media tanam yang populer bagi mereka penggemar hidroponik, tak lepas karena kelebihan rockwool itu sendiri, Media tanam ini dinilai memiliki berbagai keuntungan lebih dibandingkan dengan menggunakan tanah sebagai media tanam.

Sesuai namanya, rockwool memang terbuat dari serat yang terbuat dari batu. Serat dipulihkan dengan memanaskan batu basalt dan pasir ke suhu 1600 derajat Celcius.

Kelebihan rockwool tanaman :

  1. Ramah lingkungan
  2. Tidak mengandung patogen
  3. Mapu menampung air hingga 14 kali kapasitas tanah
  4. Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
  5. Dapat mengoptimalkan peran pupuk.

Rockwool tanaman sangat cocok untuk bercocok taman / penanaman hidroponik.

Fungsi Rockwool pada Hidroponik

Sebagai media tanam hidroponik, rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara (oksigen untuk aerasi) dalam jumlah besar yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi pada metode hidroponik.

Struktur serat alami rockwool juga sangat baik untuk mendukung batang dan akar tanaman sehingga dapat ereksi dengan stabil. Kemampuan rockwool untuk membuat bahan ini cocok untuk digunakan sebagai media tanaman mulai dari pembibitan hingga proses produksi / panen.

Namun perlu diperhatikan dengan hati-hati bahwa kadar asam (pH) alami rockwool sangat tinggi (basa) karena kandungan alkali dalam seratnya (pada kisaran pH 8). Ini tidak memenuhi persyaratan kisaran pH tanaman (5.5 – 6.5).

Oleh karena itu, pengkodean diperlukan sebelum digunakan sebagai media tanam. Pemberian pupuk asam seperti pupuk urea, pupuk amonium sulfat, pupuk KCl atau pupuk campuran AB dapat membantu mengatasi masalah ini.

Harga Rockwool

Anda dapat membeli rockwool di toko pertanian atau di toko online. Satu slab rockwool (ukuran 100 cm x 15 cm x 7,5 cm) umumnya dijual dengan harga Rp.55.000,- hingga Rp.70.000.-. Harga akan lebih murah jika Anda membeli 1 pack rockwool (1 pack biasanya berisi 16 slab rockwool).

Selain ukuran rockwool, harga rockwool berbeda-beda menurut kerapatan bahannya (density). Kerapatan 60 kg / m3 (ukuran 120 cm x 60 cm x 5 cm per slab) umum dijual pada kisaran harga Rp.35.000 – Rp.45.000, kerapatan 80 kg / m3 seharga Rp.45.000 – Rp.55.000, sedangkan kerapatan 100 kg/m3 dijual dengan kisaran harga Rp. 55.000 hingga Rp. 65.000. Harga- harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti harga pasar.

Sekian artikel tentang Rockwool ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: