Sars Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Sangat banyak jenis penyakit di dunia ini mulai dari penyakit ringan hingga berat baik berupa penularan maupun dari keturunan yang mana kita perlu mempelajari bagaimana cara mencegahnya.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas penyakit yang berat yang bisa terjadi akibat penularan yaitu virus yang bernama severe acute respiratory syndrome, mari simak penjelasan di bawah ini.

Sars Adalah ?

Sars-Adalah

Severe Acute Respiratory Syndrome atau yang terkenal SARS, adalah jenis penyakit pneumonia. Mirip dengan Covid-2019, yang sekarang endemik, SARS pertama kali ditemukan di Cina pada November tahun 2002.

Penyakit ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi epidemi dalam beberapa bulan di 29 negara, ketika orang sakit menyebar dalam bentuk turis dan orang Cina yang bepergian ke luar negeri.

Meskipun diketahui bahwa 9 dari 10 pasien SARS dapat pulih dari penyakit ini, SARS adalah penyakit yang dapat berakibat kematian jika pasien tidak dirawat tepat waktu.

Oleh karena itu, pemerintah harus dapat mencari beberapa bentuk kesadaran publik tentang pencegahan SARS, menyediakan perangkat identifikasi untuk pasien SARS, menemukan metode yang tepat untuk mendiagnosis pasien dan menemukan tempat isolasi di pagi hari untuk membantu pasien ini dapat mencegah difusi yang tidak terkendali.

Penyebab SARS

SARS disebabkan oleh jenis coronavirus yang dikenal sebagai SARS-associated coronavirus (SARS-CoV). Coronavirus adalah sekelompok virus yang dapat menginfeksi saluran pernapasan. Saat terinfeksi virus ini, sesak napas biasanya terjadi ringan hingga berat.

Para ahli memprediksi bahwa virus yang menyebabkan SARS berasal dari kelelawar dan luwak. Virus ini kemudian menjadi virus baru yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia.

Virus SARS dapat menginfeksi orang dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Inhalasi percikan air liur secara tidak sengaja dari pasien-pasien SARS dan bisa juga dari batuk atau bersin
  2. Sentuh mulut, mata, atau hidung dengan tangan yang telah terkena percikan air liur dari pasien SARS
  3. berbagi penggunaan alat makan dan minuman dengan pasien SARS.

Seseorang juga bisa terkena SARS jika menyentuh benda yang terkontaminasi dengan kotoran SARS. Penularan ini terjadi ketika pasien tidak mencuci tangannya secara menyeluruh setelah buang air besar.

SARS paling berisiko bagi orang yang kontak dekat dengan orang sakit, misalnya di daerah dengan wabah SARS yang tinggal di rumah dengan pasien SARS atau petugas kesehatan yang merawat pasien SARS.

Gejala Akibat Penyakit SARS

Gejala SARS biasanya muncul 2-10 hari setelah infeksi dengan virus SARS CoV, tetapi dapat juga terjadi 14 hari kemudian. Gejala-gejala infeksi virus ini dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi umumnya gejalanya datang dalam bentuk:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Nafas pendek
  4. Nafsu makan menurun
  5. Tubuh mudah lelah
  6. Sensitif
  7. Sakit kepala
  8. Nyeri otot
  9. Diare
  10. Mual
  11. Muntah.

Gejala-gejala SARS mirip dengan gejala-gejala flu, tetapi bedanya jika SARS dapat memburuk dengan cepat. Dalam kebanyakan kasus, SARS berkembang menjadi pneumonia yang merupakan radang kantung udara di paru-paru. Kondisi ini juga cenderung menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh).

Komplikasi SARS

SARS adalah penyakit serius yang perlu diobati dengan cepat. Jika pengobatan tertunda, SARS dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti:

  1. Pneumonia
  2. Nafas pendek
  3. Gagal jantung
  4. Gagal hati
  5. Penyakit ginjal.

Pengobatan SARS

Pengobatan SARS bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah penyebaran SARS ke orang lain. Sejauh ini, vaksin SARS masih dicari. Pasien SARS harus dirawat di rumah sakit dan diisolasi dari pasien lain. Selama perawatan di rumah sakit, pasien menerima obat dalam bentuk:

  1. Obat-obatan untuk meringankan gejala seperti analgesik antipiretik, obat batuk dan obat-obatan untuk meredakan sesak napas
  2. Obat antivirus untuk menghambat perkembangan virus seperti lopinavir, ritonavir atau remdesivir
  3. Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang terjadi ketika pasien SARS menderita pneumonia
  4. Obat kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi pembengkakan paru-paru.

Selain menerima pengobatan, pasien menerima oksigen tambahan melalui kanula hidung (tabung reaksi), masker oksigen atau tabung endotrakeal.

Pengobatan SARS di Rumah

Berikut adalah langkah-langkah pengobatan penyakit SARS yang bisa anda lakukan di rumah:

  1. Minumlah obat dan selalu ikuti instruksi dan saran dari dokter
  2. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air atau gunakan desinfektan tangan berbasis alkohol. Gunakan juga desinfektan untuk membersihkan permukaan benda atau lokasi tertentu yang sering disentuh oleh penghuni rumah
  3. Tutup mulut dan hidung Anda saat batuk dan bersin
  4. Gunakan masker, kacamata keselamatan, dan sarung tangan jika Anda ingin keluar
  5. Ikuti semua instruksi dalam waktu karantina selama setidaknya 10 hari setelah keluhan benar-benar hilang
  6. Hindari aktivitas yang memungkinkan kontak terus-menerus, seperti makan, minum, peralatan mandi, handuk atau tidur dengan orang sakit di ranjang yang sama.

Pencegahan SARS

Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya SARS:

  1. Jangan bepergian ke daerah SARS endemik. Jika Anda terpaksa bepergian di wilayah tersebut, jaga kesehatan Anda, hindari pusat-pusat keramaian, gunakan masker, dan peraturan negara.
  2. Gunakan kebersihan tangan. Cuci tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Jika tidak, gunakan desinfektan tangan dengan alkohol 60-95%.
  3. Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda sebelum mencuci tangan.

Jika Anda mengalami gejala yang mirip dengan SARS, ambil langkah-langkah berikut untuk mencegah SARS menyebar ke orang lain:

  1. Segera pergi ke ruang gawat darurat rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan.
  2. Hindari kontak dekat dengan orang lain. Beri tahu keluarga atau teman Anda untuk tidak mengunjungi sampai 10 hari setelah gejalanya hilang.
  3. Gunakn masker dan sarung tangan, terutama ketika ada orang lain di sekitarnya, untuk mengurangi risiko menyebarnya penyakit dengan orang lain.
  4. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu ketika Anda batuk atau bersin, dan segera buang tisu ke tempat sampah. Jika tidak ada sapu tangan, tutupi mulut dan hidung Anda dengan siku dan segera cuci siku dan lengan Anda dengan sabun dan air.
  5. Jangan berbagi penggunaan peralatan makan dan minuman dengan orang lain dan cuci pakaian secara terpisah dari pakaian orang lain.
  6. Cuci tangan secara teratur, terutama setelah menutup mulut dengan tangan saat bersin atau batuk dan setelah menggunakan toilet.

Diagnosis Penyakit SARS

Dokter akan bertanya tentang gejala-gejala pasien, riwayat perjalanan dari daerah SARS endemik, dan riwayat medis. Untuk menentukan kondisi pasien.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk tanda-tanda vital (suhu, laju pernapasan, tekanan darah, dan denyut nadi) dan pemeriksaan dada untuk menentukan apakah pasien terinfeksi SARS atau tidak, dokter juga melakukan pemeriksaan seperti:

1. Pemindaian

Dokter akan melakukan rontgen dada untuk menentukan kondisi paru-paru pasien. Dokter dapat mendeteksi tanda-tanda pneumonia atau kolaps paru (kolaps) dari rontgen dada. Dokter juga dapat melakukan CT scan untuk mendeteksi penyakit paru-paru.

2. Kultur Dahak

Kultur dahak dilakukan dengan mengambil lendir atau sampel lendir dari hidung atau tenggorokan pasien. Pengujian dilakukan di laboratorium untuk menentukan keberadaan virus penyebab SARS dalam sampel.

3. Tes RT-PCR

Reaksi balik rantai polimerase (RT-PCR) dilakukan untuk mendeteksi viral load SARS dalam darah, dahak, urin, atau sampel tinja dari pasien. Tes ini dilakukan dua kali untuk memastikan bahwa pasien terinfeksi SARS.

4. Tes Darah

Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk pengujian laboratorium. Tes darah bertujuan untuk mengetahui jumlah sel darah secara umum, mengukur kandungan elektrolit dan mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah (analisis gas darah). Tes darah juga dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam respons tubuh terhadap timbulnya virus yang menyebabkan SARS.

Demikialah artikel tentang SARS ini, terapkanlah gaya hidup yang sehat dan konsumsilah makanan yang kaya akan vitamin agar kita semua terhindar dari segala penyakit, Semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: