Sekuritas Adalah : Contoh Perusahaan Sekuritas dan Sekuritas Terbaik

Posted on

Adalah.Co.IdSekuritas adalah berupa dokumen fisik, seperti halnya suatu saham atau sertifikat obligasi, yang dijadikan sebagai bukti penyertaan investasi seseorang dalam sebuah saham atau obligasi. Tetapi dengan munculnya pencatatan elektronik, sertifikat kertas semakin tergantikan oleh dokumentasi elektronik.

Dalam penggunaan secara umum saat ini, sekuritas merujuk pada sebuah saham, obligasi, atau produk investasi jenis lainnya. Sekuritas dapat dikategorikan secara luas menjadi dua jenis yang sangat berbeda antar satu sama lain : ekuitas (equities) dan hutang (debt).

Equity security yaitu suatu kepemilikan yang dimiliki para pemegang saham dalam sebuah hubungan dalam perusahaan, kemitraan, yang direalisasikan dalam bentuk berupa sebuah saham, yang mencakup saham biasa dan saham preferen.

Sekuritas-Adalah
Contoh Perusahaan Sekuritas di Indonesia

Pemegang efek ekuitas biasanya tidak berhak atas pembayaran reguler (walaupun sering kali mendapat dividen), namun pemegang dapat memperoleh keuntungan dari keuntungan modal (capital gain) ketika menjual sekuritas (dengan asumsi nilainya meningkat secara alami).

Efek ekuitas tersebut memberikan sebuah hak kepada masing – masing pemegang saham untuk menjalankan atau mengendalikan suatu perusahaan secara pro rata dan tidak berat sebelah, yaitu melalui hak suara.

Baca Juga : Saham Adalah : Jenis Saham dan Contoh Saham

Debt security (efek hutang) merupakan uang yang dipinjam dan harus dilunasi, dengan persyaratan yang mengatur besarnya pinjaman, tingkat suku bunga dan masa jatuh tempo atau tanggal perpanjangan.

Efek hutang seringkali dikeluarkan dalam kurun waktu tertentu, yang pada akhirnya bisa ditebus oleh seorang penerbit. Efek hutang dapat dijamin agunan atau tidak dijamin, dan jika tidak dijamin, dapat diprioritaskan secara kontrak atas hutang subordinasi tanpa jaminan lainnya dalam kasus kebangkrutan.

CONTOH PERUSAHAAN SEKURITAS

1. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Kode: YP)

Sekuritas berkode YP ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April YP mencatatkan 1,87 juta transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 24.140 lot dengan nilai Rp 13,72 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan BEI senilai Rp 1,08 triliun.

2. Mandiri Sekuritas (Kode: CC)

Sekuritas yang bernaung di bawah Bank Mandiri ini tergolong sekuritas lokal. Pada bulan April sekuritas berkode CC ini mencatatkan 1,1 juta transaksi jual atau beli di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volumenya sebesar 24.858 lot dengan nilai Rp 119 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 335 miliar.

3. Indo Premier Sekuritas (Kode: PD)

Sekuritas berkode PD ini tergolong sekuritas lokal. Frekuensi perdagangannya mencapai 1,038 kali transaksi senilai Rp 14,04 triliun dengan volume 13,273 lot saham selama bulan April. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) hingga saat ini menurut catatan BEI senilai Rp 334 miliar.

Baca Juga : Bursa Efek Adalah : Contoh Bursa Efek dan Tugas Bursa Efek

4. Phillip Sekuritas Indonesia (Kode: KK)

Sekuritas berkode KK ini tergolong sekuritas Asing. Pada bulan April, KK mencatatkan 724 ribu transaksi baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 7.374 lot dengan nilai Rp 4,28 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 179 miliar.

5. UBS Sekuritas Indonesia (Kode: AK)

Sekuritas berkode AK ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April AK mencatatkan 556 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 4.163 lot senilai Rp 15,15 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 429 miliar.

6. BNI Sekuritas Indonesia (Kode: NI)

Sekuritas yang bernaung di bawah Bank BNI ini tergolong sekuritas lokal yang sahamnya dimiliki Pemerintah. Pada bulan April sekuritas berkode NI ini mencatatkan 515 ribu transaksi baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volumenya sebesar 10.230 lot senilai Rp 11,49 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 254 miliar.

7. CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (Kode: YU)

Sekuritas berkode YU ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April YU mencatatkan 499 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 9.211 lot senilai Rp 13,73 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 475 miliar

8. Deutsche Sekuritas Indonesia (Kode: DB)

Sekuritas berkode DB ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April DB mencatatkan 488 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 3.599 lot senilai Rp 12,97 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 331 miliar.

9. RHB Sekuritas Indonesia (Kode: DR)

Sekuritas berkode DR ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April DR mencatatkan 420 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 13.503 lot dengan nilai Rp 7,45 triliun. Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 521 miliar.

10. Citigroup Sekuritas Indonesia (Kode: CG)

Sekuritas berkode CG ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April CG mencatatkan 368 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 1.909 lot dengan nilai Rp 6,54 triliun.

SEKURITAS TERBAIK

1. Morgan Stanley Indonesia

Lagi-lagi perusahaan asing yang menjadi tuan di negara kita. Dengan transaksi yang menyentuh angka Rp17,33 triliun menjadikan MS ini juaranya perusahaan broker ternama. Sekalipun demikian, hal ini dapat dinilai karena perusahaan tersebut adalah perusahaan asing dan sudah dikenal banyak investor dunia dengan modal segepok, sehingga jika ada orang asing yang mau bertransaksi di Indonesia tentunya jauh lebih memilih MS ini ketimbang menggunakan yang lokal seperti Most.

Baca Juga : Broker Adalah : Fungsi, Jenis, Gaji dan Tugas Broker

2. UBS Securities

Perusahaan UBS Securities yang berkantor pusat di Zurich and Basel, dapat dipastikan bahwa ini merupakan perusahaan sekuritas saham asing yang membuka cabang di Indonesia. Dari total transaksi investor hingga mencapai Rp16,46 triliun tersebut menjadikan UBS Securities sebagai perusahaan mumpuni di bidang pialang saham. Selain karena memang nama besarnya di kancah internasional. UBS telah berdiri di Indonesia sejak 1982 ini merupakan umur yang bisa dibilang sudah sangat matang untuk sebuah perusahaan dan layak dijadikan sebagai tempat bertransaksi saham yang aman. Dan juga perusahaan ini memiliki cabang di lebih dari 50 negara.

3. Mandiri Sekuritas

Perusahaan dengan situs resmi yaitu most.co.id ini telah berhasil menempati posisi ketiga dari perusahan lainya dikarenakan nilai transaksinya mencapai Rp.16,44 Triliun. Ya, tentnya karena banyak faktor, terutama investor yang mulai jenuh dan memilih untuk wait and see karena kondisi pasar yang tidak menentu waktu itu. Yang keempat dan seterusnya disusul oleh CIMB, Citigroup, Credit Suisse, Daewoo, Macquaire Capital, CLSA, dan Deutsche Securities Indonesia.

Related posts: