Stimulasi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Stimulasi adalah rangsangan yang telah dilakukan setiap hari sejak bayi baru lahir (sebaiknya dari rahim) untuk merangsang semua sistem sensorik (pendengaran, melihat, menyentuh, mencium, merasakan). Selain itu, harus merangsang gerakan kaki, tangan dan jari yang kasar dan teratur, meningkatkan komunikasi dan merangsang perasaan yang menyenangkan bayi dan anak-anak.

Stimulasi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang cinta dan stimulasi menghadapi hambatan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka, serta kesulitan dalam berurusan dengan orang lain.

Stimulasi-Adalah
Stimulasi Adalah

Stimulasi anak-anak di tiga tahun pertama (zaman keemasan) akan memiliki dampak yang sangat besar pada perkembangan otak dan membentuk dasar bagi pembentukan kehidupan masa depan.

Semakin awal stimulasi berlangsung, semakin baik anak berkembang. Semakin luas stimulasi, semakin luas pengetahuan anak, sehingga perkembangan anak lebih optimal.

Juga dikatakan bahwa jaringan otak pada anak-anak yang menerima banyak stimulasi akan berkembang 80% pada usia 3 tahun. Sebaliknya, jika bayi tidak pernah distimulasi, jaringan otak menyusut, menyebabkan fungsi otak berkurang. Hal ini menyebabkan terhambatnya perkembangan anak.

Pengertian Stimulasi Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Stimulasi menurut beberapa ahli:

1. Dr. Kusnandi Rusmi,Sp.A(k) MM

Stimulas adalah upaya orang tua atau keluarga untuk mengundang anak-anak bermain dalam suasana sukacita dan kasih sayang. Kegiatan bermain dan suasana cinta ini penting untuk merangsang seluruh sistem sensorik, untuk melatih keterampilan motorik dan kasar, keterampilan komunikasi, dan perasaan anak.

Seperti yang dijelaskan oleh para ahli dan konsultan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Stimulasi dini adalah salah satu faktor eksternal yang sangat penting untuk menentukan kecerdasan anak. Selain stimulasi, faktor eksternal lainnya juga memengaruhi kecerdasan anak, yaitu kualitas asupan makanan, pengasuhan yang benar dan kecintaan pada anak.

2. Dinkes

Orang tua harus selalu merangsang anak-anak dalam semua aspek perkembangan, untuk tujuan kasar dan motorik, linguistik dan sosial pribadi. Saran ini harus diberikan secara teratur dan terus menerus dengan cinta, metode bermain dan lain-lain. Sehingga perkembangan anak bekerja optimal. Kurangnya stimulasi dari orang tua dapat menunda perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua atau pengasuh harus dijelaskan kemungkinan untuk merangsang anak-anak.

3. Siswono

Adalah upaya untuk mendorong anak-anak untuk memperkenalkan pengetahuan atau keterampilan baru yang penting untuk meningkatkan kecerdasan anak. Stimulasi dapat dilakukan pada bayi karena bayi masih janin, karena janin bukan makhluk pasif. Di dalam rahim, janin bisa bernafas, menendang, meregangkan, bergerak, menelan, mengisap ibu jari, dan lainnya.

4. Suherman

Stimulasi juga dilakukan oleh orang tua (keluarga) pada setiap kesempatan atau setiap hari. Stimulasi disesuaikan dengan usia dan prinsip stimulasi.

5. Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi

Para profesional dan konsultan medis terus tumbuh dan berkembang. Stimulasi dini adalah stimulasi permainan yang dilakukan oleh bayi. Stimulasi diyakini mempengaruhi pertumbuhan yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.

Stimulasi Dini yang Tepat Agar Anak Cerdas

Stimulasi awal untuk setiap anak bervariasi tergantung pada usia mereka. Stimulasi berikut dapat diberikan kepada anak Anda tergantung pada usia mereka.

1. Usia 0-3 Bulan

  • Cobalah untuk memberikan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan kepada anak-anak. Misalnya memeluk, menahan, menatap mata anak anda.
  • Minta anak untuk tersenyum, berbicara.
  • Putar berbagai suara atau musik secara bergantian.
  • Gantungkan benda berwarna mengejutkan di depan anak dan pindahkan.
  • Gulung bayi ke kanan dan kiri.
  • Dorong anak untuk berbaring tengkurap.
  • Dorong anak untuk menggapai dan memegang mainan.

2. Usia 3-6 Bulan

  • Mainkan “cilukba”.
  • Lihatlah wajah bocah itu di cermin.
  • Dorong bayi untuk berbaring tengkurap dan duduk.

3. Usia 6-9 Bulan

  • Dengan memanggil nama bayi.
  • Minta seorang anak untuk berjabat tangan dan bertepuk tangan.
  • Bacakan buku cerita.
  • Menyuruh bayi duduk.
  • Latih anak Anda untuk berdiri tegak.

4. Umur 9-12 Bulan

  • Dengan mengulangi panggilan yang disebut sebagai “ayah”, “ibu” atau “saudara” oleh orang tua dan orang-orang di sekitarnya.
  • Tempatkan mainan di dalam wadah.
  • Buat anak terbiasa minum dari gelas.
  • Lempar bolanya.
  • Latih anak Anda untuk berdiri dan berjalan sambil memegangnya.

5. Usia 12-18 Bulan

  • Latihan orat-oret dengan krayon.
  • Atur kubus, balok, dan puzzle.
  • Memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadah.
  • Bermain dengan boneka, mobil, dan rumah.
  • Berlatih berjalan tanpa memegang, berjalan mundur, menaiki tangga, menendang bola.
  • Dorong anak anak untuk memahami dan menjalankan perintah sederhana.
  • Namai nama atau tampilkan objek.

6. Usia 18-24 Bulan

  • Bertanya, menyebutkan dan menunjukkan bagian tubuh.
  • Minta foto atau berikan nama-nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah.
  • Suruh anak untuk berbicara tentang kegiatan sehari-hari.
  • Berlatih menggambar garis.
  • Cuci tangannya.
  • Kenakan celana dan pakaian.
  • Bermain dengan melempar bola dan melompat.

7. Usia 2-3 Tahun

  1. Ketahui dan sebutkan warna.
  2. Gunakan kata sifat dan sebutkan nama teman Anda.
  3. Hitung benda.
  4. Kenakan pakaian.
  5. Gosok giginya.
  6. Bermain kartu, boneka, atau memasak.
  7. Gambar garis, lingkaran, atau orang.
  8. Latihan berdiri dengan satu kaki (keseimbangan).
  9. Belajarlah untuk buang air kecil atau air bsar di kamar mandi.

8. Balita

Stimulasi ditujukan untuk kesiapan sekolah, misalnya memegang pensil, menulis, mengenali huruf dan angka, berhitung sederhana, memahami perintah dan kemandirian sederhana, berbagi dengan teman dan orang lain dll.

Tujuan Stimulasi

1. Tujuan Stimulasi pada Anak-anak

Tujuan dari stimulasi anak-anak adalah untuk membantu anak-anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal atau seperti yang diharapkan. Langkah-langkah ini mencakup berbagai kegiatan untuk mempromosikan perkembangan anak, mis.alnya gerakan, percakapan, pemikiran, kemandirian dan sosialisasi. Stimulasi dilakukan oleh orang tua dan keluarga di setiap kesempatan dan setiap hari secara berkala dan terus menerus. Stimulasi disesuaikan dengan usia dan prinsip stimulasi.

2. Tahapan Stimulasi Sesuai Usia

  • Tahapan Usia 0 – 3 Bulan

Beri anak Anda insentif yang meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan kesenangan. Anda dapat merangsang dia dengan memeluknya, menahannya, menatap mata anak itu, berbicara, atau memintanya untuk tersenyum. Mainan yang digantung dalam warna yang menarik dan membuat kebisingan juga merupakan stimulasi yang menyenangkan bagi bayi Anda. Cobalah untuk berlatih di akhir 3 bulan, di perut Anda, di punggung Anda atau berguling ke kiri dan kanan. Dorong anak Anda untuk meraih dan memegang mainan ketika tangan mereka cukup kuat.

  • Tahapan Usia 3 – 6 Bulan

Ini mendorong bayi untuk berbaring bolak-balik di perutnya dan duduk. Anda dapat menambahkan saran dengan mengundangnya untuk bermain “Cilukba”. Pada usia 3 hingga 6 bulan, sebagian besar anak menunjukkan perilaku yang mengundang orang lain untuk marah, karena pada usia ini kondisi fisik anak berkontribusi pada berbagai kegiatan.

  • Tahapan Usia 6 – 9 Bulan

Pada usia ini, Anda dapat meningkatkan stimulasi dengan melatih tangan bayi Anda untuk menangani gemetar, duduk, dan berdiri. Penting juga agar Anda membiasakan diri membaca dongeng anak Anda sebelum tidur.

  • Tahapan Usia 9 – 12 Bulan

Di bawah opsi yang dimiliki putra Anda, Anda kemudian dapat mengajar putra Anda untuk memanggil ibu atau ayah, saudara laki-laki, saudara perempuan. Anda juga bisa mengajari anak Anda untuk bangun, berjalan, minum dari gelas, melempar bola, dan bermain dengan memasukkan mainan ke dalam sebuah wadah.

  • Tahapan Usia 12 – 18 Bulan

Anak Anda bermain bersama dengan menyusun kubus, mengatur bagian-bagian sederhana dari gambar, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadah atau bermain dengan boneka. Juga ajari dia cara menggunakan peralatan makan dan menyimpan pensil, lalu minta dia mencoret-coret kertas dengan krayon.

Lanjutkan stimulasi dengan melatihnya berjalan tanpa menahan diri, mundur, naik tangga, menendang bola, melempar dan mencengkeram bola, melepas celananya, memahami perintah sederhana dan melakukan jangan mengucapkan nama dan menampilkan sesuatu.

  • Tahapan Usia 18 – 24 Bulan

Pada usia ini, mulailah menyatukan kembali anak Anda dengan meminta mereka menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh seperti mata, hidung, telinga, dan mulut. Juga memintanya untuk memberi nama binatang, foto atau benda di sekitar rumah. Cobalah membiasakan diri mengundang anak Anda untuk berbicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, bermain, dll.).

Biarkan dia berlatih, menggambar garis, mencuci tangannya, memakai celana, pakaian, melempar bola dan melompat. Dia dapat secara bergantian melatih berdiri dengan satu kaki, melatih anak-anak untuk menggambar lingkaran dan segitiga, melatih anak-anak untuk mengatakan apa yang mereka lihat bernyanyi.

  • Tahapan Usia 2 – 3 Tahun

Sudah waktunya untuk mengajar anak Anda mengenali warna, menghitung benda, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, tinggi-rendah), menggambar garis, lingkaran, dan orang-orang. Mengenakan pakaian, menyikat gigi, buang air kecil dan besar di kamar mandi juga diajarkan. Untuk stimulasi, ia mungkin juga diminta untuk berdiri dengan satu kaki, menyebutkan nama teman, bermain kartu, bermain boneka dan memasak, dan melatih anak-anak untuk memperbaiki balok.

  • Tahapan Usia 3 Tahun ke Atas

Saran yang dapat Anda berikan kepada anak Anda memiliki efek yang lebih langsung pada pengembangan keterampilan kognitif, psikomotor dan bahasa serta pada kesiapan sekolah.

Ajari dia keterampilan motorik kasar, misalnya lari, olahraga sehat, dan kemudian latih keterampilan motorik, misalnya memegang pensil dengan baik, menulis, mengenali huruf dan angka, hanya menghitung, memahami perintah sederhana, buang air kecil di kamar mandi dan buang air besar, berbagi teman dan kemandirian dengan orang lain, tidak hanya di rumah, tetapi juga dalam kelompok bermain dan taman kanak-kanak dapat dirangsang.

Jenis-jenis Stimulasi

Berikut ini adalah jenis-jenis stimulasi:

1. Komunikasi

Membangun komunikasi dengan anak sesering mungkin dapat mengatakan apa saja untuk meningkatkan keterampilan bahasa dan mengembangkan pemikiran mereka. Tentu saja, untuk bercerita tentang hal-hal yang mudah guna untuk mengajak anak berbicara.

2. Permainan

Menurut para ahli, ibu idealnya memiliki cara kreatif untuk merangsang anak-anak. Terkadang Anda kehabisan ide. Alvin N. Eden, MD, sebagai penulis orang tua positif Membesarkan anak-anak yang sehat sejak lahir hingga usia tiga tahun memberikan beberapa saran tentang alat apa yang diperlukan untuk merangsang secara optimal 2-3 tahun.

3. Alat Permainan Edukatif

Alat permainan edukatif adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak-anak dan disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan.

Stimulasi Otak

Stimulasi otak ini sangat berguna untuk merangsang otak untuk menghasilkan hormon yang diperlukan untuk perkembangannya. Stimulasi dapat mengambil berbagai bentuk yang sederhana dan mudah dilakukan. Stimulasi dapat mengambil bentuk kehangatan dan cinta tulus dari orang tua.

Selain itu, orang tua dapat menawarkan pengalaman langsung dengan panca indera (melihat, mendengar, mencicipi, menyentuh dan mencium). Interaksi anak-anak dan orang tua melalui kontak, pelukan, senyum, menyanyi dan mendengarkan dengan penuh perhatian juga merupakan bentuk stimulasi dini.

Jika seorang anak yang tidak bisa bergumam, murmur maka harus menerima respons sebagai bentuk merangsang bahasa anak. Pada awalnya, orang tua harus mengundang mereka untuk berbicara dengan tenang dan memberi anak-anak perasaan aman.

Otak bayi sudah memiliki miliaran sel saraf saat lahir, tetapi jumlah itu hilang setelah lahir. Ketika otak menerima stimulus baru, otak belajar sesuatu yang baru. Stimulus menyebabkan sel-sel saraf membuat koneksi baru untuk menyimpan informasi. Sel yang digunakan untuk menyimpan informasi diperluas sementara sel yang jarang digunakan atau tidak dihancurkan diperbesar. Pentingnya stimulasi secara teratur dinyatakan di sini. Stimulasi yang dilakukan secara teratur memperkuat hubungan antar saraf yang terbentuk, sehingga fungsi otak secara otomatis membaik.

Sekian artikel tentang Stimulasi ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>