Tirani Adalah : Ciri-ciri, Contoh dan 3 Kelas Dalam Tirani

Posted on

Adalah.Co.IdTirani adalah suatu kekuasaan yang digunakan oleh pemimpin atau orang lain secara sewenang-wenang, suatu negara yang diperintah atau di pimpin oleh seorang raja atau penguasa yang bertindak bebas sekehendak hatinya.

Tirani merupakan salah satu jenis kekuasaan yang sangat buruk. Tirani lebih cenderung tidak akan membagi-bagi kekuasaan. Jenis kekuasaan ini sangat terkonsentrasi hanya pada satu tangan saja, di mana tidak akan adanya pembagian kekuasaan, dan sering bersikap kejam dan egois pada kaum oposisi.

Tirani juga dapat diartikan suatu sistem pemerintahan yang awalnya berupa monarki absolut. Kekuasaan absolut berujung pada perilaku korup dan menindas yang dilakukan oleh seorang pemimpin kepada yang dipimpinnya. Tirani boleh dibilang sebagai kekuasaan absolut yang kebablasan.

Seorang pemimpin yang menganut monarki absolut yang sering menindas disebut sebagai tiran. Rakyat yang notabene berasal dari kalangan bangsawan dan intelektual kerap kali bereaksi dengan cara menggerakkan para massa untuk menggulingkan tiran.

Tirani-Adalah
Tirani Adalah

PENGERTIAN TIRANI MENURUT AHLI

Aristoteles (384 – 322 SM)
Menyatakan bahwa tirani adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan yang di pegang oleh satu orang saja, yang menjalankan kekuasaanya untuk kepentingan sendiri. Berdasarkan jumlah orang yang diserahi tugas untuk mengatur kepentingan itu.

Aristoteles membagi bentuk pemerintahan menjadi enam macam yaitu Monarki ( Kerajaan ), Tirani, Aristokrasi, Oligarki, Demokrasi, dan Anarki. Disamping itu, ada pula pembagian bentuk pemerintahan yang didasarkan pada caranya menunjuk kepala negara, seperti yang dilakukan oleh seorang sarjana prancis, Duguit. Atas dasar ini , ia membagi bentuk pemerintahan menjadi dua, yaitu kerajaan ( monarki ) dan republic.

Baca Juga : Otoriter Adalah : Sikap, Kepemimpinan, Ciri Ciri dan Contohnya

Tirani juga berarti cara memerintah yang keras, kejam, dan memperbudak rakyat serta menindas pihak – pihak yang dianggap berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan akan dibasmi. Disamping itu, tirani juga tidak menghormati hak hak asasi manusia.

Contoh negara tirani, antara lain, pemerintahan di negara tirai besi sebelum ada pembaharuan { Glasnost dan Perestroika }, pemerintahan negara tirai bamboo terutama pada zaman Mao Zedong, dan pemerintahan dinegara – negara komunis lainya.

Ajaran Plato ( 429-347 SM )
Menurut plato: tirani adalah pemerintahan yang di pegang oleh seorangtiran (sewenang) sehingga jauh dari cita-cita keadilan dan jika demokarasi,pemerintahan dibentuk oleh rakyat jelata, atau menurut kajian saya kekuasaan masih di tangan satu orang dan kekuasaan tersebut tidak di tujukan untuk kepentingan umum melainkan kepentingan pribadi penguasa makanya Indonesia makin terpuruk secara ekonominya.

mungkin kalau menurut saya paham tirani secara tidak tertulis,dipakai sudah lama dipakai oleh “penguasa” jadi ibarat berkelahi,kita satu lawan satu oleh penguasa dan efeknya yang kaya makin kay dan begitu juga sebaliknya.

Negara adalah Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik, ia adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik serta suatu Negara di anggap sebagai alat dari masyarkat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.

Kalau partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotannya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dan kalu kita lihat dalam kerangka demokrasi.

Demokrasi sebagai alat perantara untuk menyatakan aspirasi parpol ke badan konstitusi Negara ketika rakyat merasa tidak efektif dan efisien terhadap kebijakan,tindakan pemerintah ke masyarakat.hubungan parpol dan Negara tidak lebih hanya rangka memenuhi kepentingan bersama

CIRI – CIRI TIRANI

1. Pemimpin yang zalim. Tirani penyebab kehancuran yang pertama adalah penguasa yang berlaku semena-mena tidak mengindahkan kepentingan rakyat dan semata-mata mengikuti hawa nafsu dan emosi kekejamannya. “Ini adalah tirani perama. Dan ini diwakili oleh Fir’aun,” urainya.

2. Penguasa yang menterjemahkan semua keinginan junjungannya. “Adanya lapis kedua, biasanya menteri, yang menterjemahkan keinginan-keinginan penguasa dengan segala cara. Terkadang kejamnya lebih daripada penguasa itu sendiri,”

3. Ada pemodal dibalik penguasa tersebut. Sekelompok orang kaya yang takut jika yang berkuasa adalah orang yang tegas dalam menegakkan kebenara. Sehingga ia keluarkan dana sebesar mungkin agar yang menjadi penguasa adalah tokoh yang bisa dia jadikan boneka. Hal itu dimaksudkan untuk mengamankan dan melancarkan bisnisnya. dengan demikian, penguasa itu nantinya tidak akan berpihak pada kepentingan rakyat tapi berpihak pada pemodal.

Baca Juga : Marxisme Adalah : Teori, Contoh, Sejarah, Ekonomi, dan Paham

4. Agamawan yang menjilat penguasa. Agamawan tersebut secara penampilan sangat alim, bahkan menampilkan dirinya sebagai orang yang berilmu tinggi. Namun hal itu dimaksudkan untuk merealisasikan hawa nafsunya atas nama agama serta menjilat penguasa.

5. Wartawan yang tidak menjunjung tinggi integritas jurnalistik. Saat media hanya menjadi papan iklan penguasa, dan melupakan kepentingan masyarakat luas. Adalah media yang mengelabui rakyat untuk membenarkan kepentingan penguasa. “Ini diwakili dalam kata Al Hasyirun”. Ungkap Sekjen MIUMI tersebut.

CONTOH TIRANI

1. Proses Perealisasian Proyek Pembangunan
Dalam hal ini banyak tanah rakyatyang diambil alih, dibeli dengan harga yang sangat murah yang tidak masuk akal, dibeli paksa, diduduki semena-mena, baik oleh Negara maupun oleh perusahaan- perusahaan besar. Kisah sedih rakyat yang terusir dari tanah miliknya.

2. Sistem Pemerintahan Yang Kejam
Soeharto di cap sebagai seorang presiden yang bertangan besi dalam menjalankan suatu sistem pemerintahan. Ia tak men-tolerir segala bentuk tindakan subversif yang mencoba membuat instabilitas politik. Penilaian ini bukan sekadar subjektifitas belaka. Itu telah nampak pada saat ia merintis kekuasaan.

Pada awal merintisnya Orde baru,kekuasaan dibangun atas landasan kekerasan anti komunisme, dan kejam dalam memberlakukan perbedaan pendapat. Artinya kekerasan marupakan satu dari tonggak yang menopang Orde baru selain kinerja Ekonomi dan manupulasi Ideologi. Banyak insiden-insiden yang terjadi ketika Soeharto menjabat sebagai presiden selama 32 tahun.

3. Pemimpin – Pemimping yang Bertindak Semena – Mena
Tiran-tiran kejam yang di kala itu pernah muncul dalam kisah sejarah politik dunia contohnya Kaisar Nero, Caligula, Hitler, atau Stalin. Meskipun seorang Hitler atau Stalin menjalankan pemerintahan di era negara modern, namun jenis kekuasaan yang sedang mereka jalankan pada dasarnya terkonsentrasi hanya pada satu tangan saja, di mana antara keduanya sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lain, dan kerap kali bersifat kejam baik terhadap rakyat sendiri maupun lawan politik.

Baca Juga : Asimilasi Adalah : Faktor Pendorong, Bentuk, dan Contoh

4. Kebijakan Pemerintah yang Memaksa Rakyat
Usaha yang di lakukan oleh pemerintah untuk memenuhi suatu kewajiban pembayaran hutang yang dinilai sudah mencapai batas yang membahayakan telah memunculkan ketidakadilan bagi seluruh rakyat kecilk pembayar pajak.

Pasalnya, saat ini, penerimaan pajak, baik dari pribadi maupun pengusaha, digenjot untuk bisa membayar pinjaman, termasuk hutang yang di kemplang oleh pengusaha hitam obligator Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal ini memiliki sebuah arti bahwa rakyat kecil yang selalu membayar pajak seakan di paksa menyubsidi pengusaha kaya pengemplang BLBI. Oleh karna itu, mengenai keahlian dalam penerimaan negara dari pembayar pajak justru makin lama kian berkurang untuk program peningkatan kesejahteraan pembayar pajak seperti jaminan social, Pendidikan dan kesehatan.

KELAS DALAM TIRANI

Tyranny memiliki tiga kelas orang: penguasa, pedagang, dan rakyat jelata (rakyat). Ada kesenjangan ketimpangan kekayaan antara rakyat jelata dan dengan demikian mereka tertindas dan mudah dimanipulasi.

Baca Juga : Pemerintah Adalah : Sistem, Fungsi, Bentuk dan Tugasnya

Orang kaya memberi cukup hanya kepada orang miskin untuk menenangkan mereka, dan rakyat jelata akan melanjutkan untuk menjaga sedikit harta yang mereka miliki dari orang lain.

Platon mengemukakan perilaku tiran “yang ditujukan untuk seluruh pemimpin yang sedang pada jabatanya, jangan sampai anda merampas hasil kekayaan dari harta milik orang lain dan membagikannya kepada orang-orang yang bukan seharusnya; pada saat yang sama berhati-hatilah untuk memilih bagian yang lebih besar untuk diri mereka sendiri”.

Related posts: