Tradisi Adalah : Contoh Tradisi Serta Perbedaan Tradisi dan Budaya

Posted on

Adalah.Co.IdTradisi adalah kebiasaan atau sesuatu yang sudah dilaksanakan sejak lama dan terus menjadi bagian dari kehiduap suatu kelompok masyarakat, seringkali dilakukan oleh suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.

Tradisi dapat di definisikan dengan suatu hal yang diwariskan dari masa lampau ke masa sekarang. beberapa warisan sosial khusus dalam memenuhi syarat saja yakni yang tetap bertahan hidup di masa kini, yang masih tetap kuat ikatannya dengan kehidupan masa kini. Merupakan pengertian Tradisi dalam arti yang sempit.

Tradisi dari sudut aspek benda materialnya adalah benda material yang menunjukkan dan mengingatkan hubungan khususnya dengan kehidupan masa lalu. Contohnya adalah seperti bangunan candi, puing – puing kuno, kereta kencana, hingga beberapa benda-benda peninggalan lainnya, merupakan termasuk ke dalam pengertian dari tradisi.

Tradisi-Adalah
Tradisi Lompat Batu Dari Nias, Sumatera Utara

TRADISI MENURUT PARA AHLI

1. Soerjono Soekamto (1990)
Pengertian tradisi menurut Soerjono Soekamto adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan secara langgeng (berulang-ulang).

2. WJS Poerwadaminto (1976)
Pengertian tradisi menurut WJS Poerwadaminto adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan dalam masyarakat yang dilakukan secara terus menerus, seperti adat, budaya, kebiasaan dan juga kepercayaan.

3. Van Reusen (1992:115)
Pengertian tradisi menurut Van Reusen adalah warisan atau norma adat istiada, kaidah-kaidah, harta-harta. Tetapi tradisi bukan suatu yang tidak bisa dirubah. Tradisi merupakan gabungan dari berbagai macam perbuatan yang di lakukan oleh manusia dan diangkat dalam keseluruhannya.

Baca Juga : Seni Adalah : Fungsi, Macam macam, Konsep dan Tujuan

4. Bastomi (1984:14)
Pengertian tradisi menurut Bastomi adalah roh yang berasal dari sebuah kebudayaan, dengan tradisi sistem kebudayaan akan menjadi lebih kokoh. Jika suatu tradisi harus dihilangkan maka akan ada harapan suatu kebudayaan dapat berakhir saat itu juga. Setiap sesuatu menjadi tradisi seringkali sudah teruji tingkat efektifitasnya dan tingkat efisiensinya.

Efektifitas dan efisiensinya selalu mengikuti perjalanan perkembangan unsur kebudayaan. Bermacam – macam bentuk sikap dan prilaku dalam menangani persoalan jika tingkat efektifitas dan efisiennya rendah maka akan segera ditinggalkan oleh pelakunya dan tidak akan menjadi sebuah tradisi lagi. Suatu tradisi akan pas dan cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dimana masyarakat yang mewarisinya.

5. Piotr Sztompka (2011:69-70)
Menurut Piotr Sztompka pengertian tradisi adalah keseluruhan benda material dan gagasan yang berasal dari masa yang lampau tetapi benar-benar masih ada hingga saat ini, tidak dihancurkan, dirusak serta dilupakan. Dalam hal ini sebuah tradisi hanya diartikan sebagai warisan, yang sebenarnya tersisa dari masa lampau.

6. Shils (1981:12)
Pengertian tradisi menurut Shils adalah segala sesuatu yang disalurkan atau diwariskan dari masa lalu ke masa kini. Kriteria tradisi bisa lebih dibatasi dengan mempersempit cakupannya.

7. Coomans, M (1987:73)
Tradisi menurut Coomans, M merupakan suatu gambaran dari sikap dan perilaku manusia yang sudah dibentuk dalam watktu yang lama dan dilakukan secara turun temurun berawal dari nenek moyang. Tradisi yang sudah lama membudaya akan menjadi suatu sumber dalam berakhlak dan berbudi pekerti seseorang.

CONTOH TRADISI

1. Ritual Tiwah – Kalimantan Tengah
Di daerah Kalimantan Tengah ada tradisi khusus yang selalu dilaksanakam untuk orang yang sudah lama meninggal dunia. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung.

Ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

2. Tradisi Potong Jari – Papua
Tradisi yang dikatankan sangat ekstrim ini memang sudah sering ditinggalkan oleh suku Dani. Potong jari adalah tradisi untuk menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Menurut kepercayaan suku Dani jari mempunyai sebuah arti yang sangat dalam, disimbolkan dengan bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.

Baca Juga : Primitif Adalah : Primitif Teknologi dan Ciri Masyarakat Primitif

3. Gigi Runcing Suku Mentawai – Kalimantan
Menurut suku Mentawai seorang wanita yang cantik diwajibkan memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato. Ketiga, giginya yang runcing. Tradisi yang mengharuskan seorang wanita untuk meruncingkan gigi ini diyakini oleh suku Mentawai akan menambah kecantikan sang wanita.

4. Kebo-keboan – Banyuwangi
Ritual yang diadakan setahun sekali ini selalu diadakan setiap tanggal 10 Suro atau 10 Muharam di desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi. Upacara ini mengharuskan beberapa orang laki-laki berdandan menyerupai seekor kerbau dan melakukan pengorbanan untuk membajak sawah.

Setelah membajak sawah kebo – keboan ini diarak mengelilingi desa disertai karnaval kesenian rakyat. Ritual ini bertujuan untuk meminta hujan diturunkan ketika musim kemarau tiba.

5. Tradisi Adu Betis – Sulawesi Selatan
Di Indonesia yang sebagian besar masyrakatnya adalah petani mempunyai banyak tradisi untuk mensyukuri musim panen. Salah satu contohnya di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan yang melaksanakan tradisi adu betis.

Unik bukan? Tradisi ini dilakukan lewat permainan Malanca. Para pemuda intinya harus mengeluarkan Kemampuan dan kekuatannya supaya bisa ikut dalam tradisi adu betis ini.

6. Tradisi Pemakaman Suku Minahasa – Sulawesi Utara
Suku Minahasa mempunyai ritual pemakaman yang sangat unik dan berbeda dari tradisi suku lainnya. Suku Minahasa meletakan orang yang sudah meninggal atau jenazah duduk sambil memeluk kakinya tidak dalam posisi tidur.

Tradisi pemakaman seperti ini menurut kepercayaan melambangkan keadaan suci dan membawa kebaikan. Selain harus dalam posisi duduk, arah posisi mayat harus menghadap ke arah utara. Hal ini disebabkan karena cerita turun temurun dari nenek moyang orang Minahasa.

7. Tabuik – Sumatera Barat
Tabuik adalah bahasa Arab yang memiliki arti kata tabut atau mengarak. Tradisi ini laksanakan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat yang diselenggarakan secara rutin turun menurun.

Upacara tabuik ini dilakukan setiap hari Asyura yang bertepatan pada tanggal 10 Muharram. Upacara ini menjadi suatu simbol dan bentuk rasa duka yang amat sangat mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : Kearifan Lokal Adalah : Fungsi, Contoh, Ciri ciri dan Manfaat

8. Dugderan – Semarang
Menjelang datangnya bulan puasa, suasana kota Semarang akan menjadi ramai oleh acara dugderan. Tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu ini merupakan penanda bahwa bulan puasa sudah tiba.

Arak-arak warak ngendok adalah salah satu ciri khas dari acara ini . Warak ngendok ini merupakan binatang rekayasa yang berbadan kambing, berkepala naga dan memiliki kulit yang bersisik emas.

9. Bakar Tongkang – Riau
Etnis Tionghoa yang menetap di Bagansiapiapi, Riau selalu mengadakan ritual bakar tongkak yang dilaksanakan setiap bulan Juli. Menurut kepercayaan ritual ini sudah dilakukan oleh leluhur mereka dengan tujuan bertekad untuk tidak kembali ke tempat asal. Makna lainnya adalah upacara peringatan dewa laut Ki Ong Ya dan Tai Su Ong yang digambarkan sebagai dewa dua sisi.

PERBEDAAN TRADISI DAN BUDAYA

Menurut pengertianya

Tradisi adalah warisan atau norma adat istiada, kaidah-kaidah, harta-harta. Tetapi tradisi bukan suatu yang tidak bisa dirubah. Tradisi justru merupakan sebuah perpaduan dengan beragam sikap perbuatam manusia serta diangkat dalam keseluruhannya.

Budaya adalah sesuatu yang mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya ketika berhubungan dengan orang lain. Dalam bahasa Inggris budaya diistilahkan sebagai Culture yang berarti kebudayaan.

Menurut contohnya

Tradisi :

  1. Ritual Tiwah – Kalimantan Tengah
  2. Tradisi Potong Jari – Papua
  3. Gigi Runcing Suku Mentawai – Kalimantan
  4. Kebo-keboan – Banyuwangi
  5. Tradisi Adu Betis – Sulawesi Selatan
  6. Tradisi Pemakaman Suku Minahasa – Sulawesi Utara

Budaya :

  1. Tari Suanggi
  2. Yamko Rambe Yamko
  3. Tanam Sasi
  4. Perang Pandan
Perbedaan secara umum

Tradisi dilihat dari aspek benda materialnya ialah benda material yang menunjukkan dan mengingatkan kaitan khususnya dengan kehidupan masa lalu. Untuk membentuk sebuah budaya di butuhkan banyak unsur yang sangat rumit, termasuk dalam sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, serta karya seni.

Related posts: