Tunarungu Adalah : Cara Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu

Posted on

Adalah.Co.Id – Tunarungu adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam fungsi pendengarannya. Bagi Anda yang hidup dengan orang-orang dengan gangguan pendengaran, tentu saja perlu bentuk komunikasi khusus untuk menyampaikan tujuan percakapan dengan benar.

Terdapat dua jenis gangguan pendengaran yang membuat seseorang menjadi tunarungu, yaitu yang bersifat bawaan (sudah ada sejak lahir) dan yang terjadi setelah dilahirkan.

Tunarungu bawaan bisa disebabkan oleh mutasi genetik, keturunan dari orang tua, atau terpapar penyakit ketika masih di dalam kandungan. Sementara masalah pendengaran yang terjadi setelah kelahiran biasanya disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap kebisingan, usia, cedera dan penyakit tertentu seperti infeksi.

Tunarungu-Adalah
Tunarungu Adalah

Tunarungu adalah istilah medis untuk menggambarkan keterbatasan dari sebuah fungsi, sedangkan Tuli adalah istilah budaya lain atau jenis komunikasi lainnya.

Alat Bantu Dengar untuk Tunarungu

Fungsi pendengaran penyandang tunarungu dapat terbantu berkat penggunaan alat bantu dengar. Alat bantu ini dapat berupa implan koklea yang ditanamkan di telinga melalui operasi, atau alat bantu dengar yang dapat dipasang dan dilepas seperti yang diinginkan. Selain itu, pengeras suara juga dapat dipasang di perangkat elektronik seperti televisi, telepon, atau radio sehingga orang dengan gangguan pendengaran pun dapat menikmati dan berinteraksi dengan pertunjukan tersebut.

Cara Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu

Berkomunikasi dengan seorang tunarungu sebenarnya tidak sulit, Anda hanya perlu mempelajari caranya dan sedikit bersabar. Berikut ini adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk berkomunikasi dengan penyandang tunarungu:

  1. Cari perhatian perhatian penting bahwa anda menarik perhatiannya jika Anda ingin berkomunikasi dengannya. Sentuh atau tepuk pundaknya untuk memberi sinyal.
  2. Cari tempat yang tenang Jika memungkinka pindah ke lokasi yang tenang atau minimalkan sumber suara di daerah Anda.
  3. Sejajarkan posisi wajah Ketika Anda mulai berkomunikasi, fokuskan mata Anda pada posisi Anda. Pastikan Anda tidak terlalu dekat dengannya untuk melihat seluruh bahasa tubuh Anda. Pastikan juga tempat hiburannya cukup cerah.
  4. Kontak mata Jangan melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang tuli dan jangan fokus pada mereka. Singkirkan semua hambatan yang dapat memengaruhi komunikasi, seperti: Sebagai topeng atau kacamata hitam. Tidak ada salahnya menggunakan ekspresi wajah untuk lebih memahami arah pembicaraan.
  5. Bicaralah dengan normal dan jelas Hindari berbicara dengan berbisik atau meninggikan suara anda karena hal ini akan membuat anda kesulitan membaca gerakan bibir untuk merpati. Sebaliknya, bicaralah dengan suara dan kecepatan normal. Juga hindari berbicara saat Anda mengunyah atau menutup mulut.
  6. Nyatakan topik pembicaraan bagikan topik yang ingin Anda diskusikan dan sorot jika Anda ingin mengubah topik.
  7. Tanya apakah sudah mengerti itu Mintalah umpan balik untuk melihat apakah dia mengerti apa yang Anda katakan.
  8. Ulangi Ulangi apa yang Anda katakan atau tulis apa yang Anda katakan di atas kertas.

Komunikasi dengan orang tuli bisa menjadi tantangan. Jika Anda perlu berkomunikasi dengan mereka secara teratur merupakan ide bagus untuk mempelajari bahasa isyarat resmi sehingga kedua belah pihak dapat memahami isi percakapan dengan lebih mudah. Dengan menggunakan bahasa isyarat dalam komunikasi orang dengan gangguan pendengaran merasa lebih nyaman daripada harus memperhatikan atau membaca bibir orang lain.

Siapa Saja Yang Tergolong Anak dengan Hambatan Pendengaran?

Tergantung pada tingkat gangguan pendengaran, anak-anak tuna rungu dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

1. Kurang dengar, yakni indvidu yang menerima intensitas suara < 90 dB). Gangguan pendengaran ini sendiri dibagi menjadi gangguan pendengaran yang ringan, sedang dan berat.

2. Tuli, yakni individu yang menerima intensitas suara > 90 dB.
Untuk mengetahui kemampuan seseorang atau kinerja pendengaran kita dapat menggunakan alat standar yang disebut audiometer. Tes pendengaran dengan audiometer dapat dilakukan di dokter THT atau pusat ABD.

Beberapa Penyebab Terjadinya Hambatan Pendengaran Pada Anak

1. Faktor keturunan. Yakni hambatan pendengaran yang disebabkan oleh faktor genetika.

2. Kelahiran dengan risiko tinggi (kelahiran RISTI). Kategori kelahiran RISTI termasuk bayi yang lahir dengan kekosongan atau penjepit, persalinan jangka panjang dan wanita hamil yang rentan (diatas dari 40 tahun).

3. Karena penyakit. Ibu hamil yang mengidap penyakit TORCHS (Toxoplasma Rubela, Citogegalo Virus, Harpes, dan Sifilis) berisiko melahirkan anak-anak yang memiliki gangguan pendengaran. Karena alasan ini kesehatan selama kehamilan memiliki dampak kuat pada kesehatan bayi.

Sekian artikel tentang Tunarungu ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>