Ventilator Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Ventilator sering diperlukan untuk pasien yang tidak dapat bernapas sendiri karena sakit atau cedera serius. Dengan alat ini, pasien dapat menyerap oksigen yang cukup.

Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. Ventilator mengatur proses inhalasi dan ekshalasi pasien. Ventilator memompa udara selama beberapa detik untuk memberikan oksigen ke paru-paru pasien dan kemudian berhenti memompa sehingga udara secara otomatis keluar dari paru-paru.

Ventilator-Adalah
Ventilator Adalah

Ventilator adalah alat yang mendukung sebagian atau seluruh proses ventilasi pasien untuk mempertahankan oksigenasi atau pernapasan. Ventilator dapat digunakan pada pasien lain di unit perawatan intensif, dalam operasi umum atau di rumah.

Cara Memakai Ventilator

Sebelum memasang ventilator pada pasien, dokter akan mengintubasi untuk memasukkan tabung khusus melalui mulut, hidung atau lubang pasien di trakeotomi. Pada akhir intubasi, kipas terhubung ke tabung.

Penggunaan ventilator cukup rumit, jadi pemasangan dan penyesuaian hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memiliki keahlian untuk merawat pasien yang sakit kritis. Alat ini sering digunakan di unit perawatan intensif karena kondisi yang memerlukan kipas biasanya kasus serius.

Saat terhubung ke ventilator, pasien tidak dapat berbicara atau makan dengan mulut sadar saat tabung memasuki tenggorokannya. Meski begitu, pasien tetap bisa berkomunikasi menggunakan tulisan atau gerak tubuh.

Umumnya, pasien merasa tidak nyaman ketika tabung dimasukkan melalui mulut atau hidung mereka. Pasien kadang-kadang juga melawan udara yang dihembuskan dari ventilator dan memengaruhi efektivitas ventilator. Pada tingkat ini, dokter memberikan obat penenang atau pereda nyeri untuk membuat pasien merasa lebih nyaman ketika terhubung ke ventilator.

Jenis-jenis Ventilator

Menurut sifatnya ventilator dibagi tiga tipe yaitu:

1. Volume Cycled Ventilator

Prinsip dasar Ventilator ini adalah siklus berbasis volume. Perangkat berhenti bekerja dan prosesnya terjadi ketika volume yang ditentukan tercapai. Keuntungan volume ventilasi siklus adalah perubahan pada penyakit paru-paru pasien terus memberikan volume tidal yang konstan.

2. Pressure Cycled Ventilator

Prinsip dasar dari Ventilator jenis ini adalah siklus tekanan. Mesin berhenti bekerja dan proses terjadi ketika tekanan yang telah ditentukan tercapai. Pada titik tekanan ini katup inspirasi menutup dan pernafasan pasif. Dengan kerugian seperti itu, volume udara yang disuplai juga berubah ketika penyakit paru-paru berubah. Untuk mencegah penggunaan ventilator jenis ini pada pasien dengan status paru tidak stabil.

3. Time Cycled Ventilator

Prinsip dasaar tipe Ventilator ini adalah siklus yang didasarkan pada waktu kedaluwarsa atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. Waktu inspirasi ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas per menit) dengan rasio I: E (inspirasi: kedaluwarsa) normal 1: 2.

Risiko Penggunaan Alat Ventilator

Selama penggunaan alat ventilator, dapat terjadi beberapa efek samping, yaitu:

  1. Nyeri mulut dan tenggorokan karena intubasi.
  2. Infeksi paru-paru, biasanya karena masuknya kuman melalui saluran pernapasan yang menempel di tenggorokan.
  3. Cedera paru-paru dan kebocoran udara di rongga paru-paru luar (pneumotoraks).
  4. Kehilangan kemampuan untuk batuk dan menelan yang menyebabkan lendir atau lendir menumpuk di saluran udara dan menghentikan masuknya udara. Dokter atau perawat Anda akan secara teratur memberikan aspirasi untuk menghilangkan lendir atau dahak.
  5. Toksisitas oksigen.

Selain itu, pasien yang terhubung ke ventilator perlu berbaring untuk waktu yang lama berisiko mengalami luka di tempat tidur dan sirkulasi yang buruk karena tromboemboli.

Meskipun penggunaan ventilator memainkan peran penting dalam perawatan pasien, risikonya tidak dapat diabaikan. Penggunaan kipas umumnya juga melibatkan biaya tinggi. Semakin lama pasien dirawat dengan ventilator, semakin tinggi biayanya.

Oleh karena itu, pasien dan keluarganya perlu memahami keuntungan dan risiko dari penggunaan mesin ini. Jika Anda masih ragu untuk memasang ventilator, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter yang merawat untuk penjelasan yang lebih rinci.

Keputusan untuk Melepas Alat Ventilator

Lamanya waktu pasien harus terhubung dengan ventilator tidak dapat diperkirakan. Berapa lama pasien harus menggunakan ventilator dan kapan pasien dapat dipisahkan dari instrumen ini tergantung pada perkembangan kondisi pasien dan penilaian klinis oleh dokter.

Beberapa pasien hanya dapat dihubungkan ke ventilator selama beberapa hari, tetapi ada juga pasien yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dokter akan menilai kondisi pasien setiap hari ketika perbaikan telah terjadi dan ia dapat bernapas dengan baik tanpa bantuan ventilator.

Pasien yang terhubung ke ventilator dimonitor dan diperiksa secara teratur selama perawatan. Setelah meningkatkan hasil pemeriksaan fisik dan tes pendukung seperti tes darah, urin atau X-ray, Anda dapat melepas ventilator.

Penggunaan ventilator sangat penting bagi pasien yang tidak dapat bernapas sendiri. Jika keluarga Anda perlu dirawat di unit perawatan intensif dan membutuhkan ventilator, Anda harus membicarakan hal ini dengan dokter Anda untuk informasi lebih rinci tentang manfaat dan risiko penggunaan ventilator ini.

Kondisi-Kondisi yang Membuat Pasien Membutuhkan Ventilator

Ventilator biasanya digunakan untuk mendukung proses pernapasan pada pasien yang tidak dapat bernapas sendiri. Beberapa kondisi atau penyakit yang memerlukan ventilator untuk pasien yaitu:

  1. Penyakit paru-paru serius seperti henti napas, ARDS (acure respiratory distress syndrome), asma berat, pneumonia, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) dan pembengkakan paru-paru (edema paru).
  2. Gangguan sistem saraf yang menyebabkan kelemahan otot pernapasan, koma, atau stroke.
  3. Penyakit jantung seperti gagal jantung, serangan jantung atau henti jantung.
  4. Keracunan karbon dioksida.
  5. Mengubah keseimbangan asam-basa, misalnya asidosis dan alkalosis.
  6. Cedera parah seperti luka bakar parah dan cedera kepala serius.
  7. Shock.
  8. Dalam pengaruh pembiusan total, sehingga kehilangan kemampuan bernapas, misalnya pada pasien yang menjalani operasi.

Sebagai catatan, mesin ventilator tidak digunakan untuk mengobati kondisi-kondisi tersebut tetapi hanya sebagai bantuan untuk membantu pasien bernafas. Dalam kasus yang parah ini, obat-obatan dan perawatan lain diperlukan selain ventilator untuk menyembuhkan atau memperbaiki kondisi pasien.

Kriteria Indikasi Pemasangan Ventilator

1. Pasien Dengan Gagal Napas

Pasien dengan distres pernafasan gagal napas, henti napas (apnu) maupun hipoksemia yang tidak teratasi dengan pemberian oksigen merupakan indikasi ventilasi mekanik. Idealnya, pasien harus diintubasi dan diberi ventilasi mekanis sebelum pasien berhenti bernapas.

Nafas pendek disebabkan oleh ventilasi yang buruk atau pasokan oksigen. Prosesnya dapat berupa kerusakan paru-paru (dalam kasus pneumonia) atau kelemahan otot-otot pernapasan dada (kegagalan pompa udara karena distrofi otot).

2. Insufiensi Jantung

Tidak semua pasien ventilator menderita penyakit pernapasan primer. Pada pasien dengan syok kardiogenik dan gagal jantung, peningkatan aliran darah ke saluran udara (karena peningkatan pernapasan dan peningkatan konsumsi oksigen) dapat menyebabkan jantung. runtuh. Fungsi ventilator adalah untuk mengurangi beban kerja pada sistem pernapasan untuk juga mengurangi beban kerja pada jantung.

3. Disfungsi Neurologis

Pasien dengan GCS 8 atau kurang yang berisiko apnea berulang juga menerima ventilator. Dalam indikasi ini, ventilator juga memiliki tugas mempertahankan saluran udara pasien dan memungkinkan hiperventilasi pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial.

4. Tindakan Operasi

Operasi yang membutuhkan penggunaan anestesi dan sedatif sangat difasilitasi oleh keberadaan alat ini. Risiko gagal napas selama operasi karena pengaruh obat dapat dihilangkan dengan menyediakan ventilator.

Sekian artikel tentang Ventilator ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>